HPN 2026

Surabaya Fokus Perbaikan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Bukan Kuantitas Rumah Sakit

Surabaya Fokus Perbaikan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Bukan Kuantitas Rumah Sakit

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan diskusi dengan Kepala BPJS Kesehatan dan perwakilan rumah sakit di Balai Kota Surabaya. -Oskario Udayana-

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Wali Kota SURABAYA, Eri Cahyadi, menegaskan fokus Pemerintah Kota SURABAYA pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, bukan sekadar jumlah rumah sakit. Hal ini disampaikan setelah melakukan diskusi dengan Kepala BPJS Kesehatan dan perwakilan rumah sakit di Balai Kota SURABAYA, Selasa 25 Maret 2025. 

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Surabaya Tegaskan 144 Penyakit Bisa Ditangani Faskes Tingkat Pertama, Bukan Tak Dijamin

Eri menjelaskan, bahwa strategi ini bertujuan untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh warga Surabaya. Dengan mengoptimalkan 60 rumah sakit yang ada, termasuk kerja sama dengan BPJS Kesehatan, warga tidak perlu lagi pergi ke rumah sakit yang jauh.


--

"Kalau ada BBJS-nya sehingga nanti kita akan hitung wilayah ini ada berapa, wilayah ini ada berapa jadi nanti orang-orang ini tidak perlu lagi datang ke rumah sakit yang jauh, tapi rumah sakit yang dekat dengan rumahnya. Pemkot Surabaya akan memetakan lokasi rumah sakit dan kebutuhan layanan kesehatan di setiap wilayah," ungkap Eri. 

Lebih lanjut, Eri menyinggung tentang efisiensi biaya kesehatan.  Meskipun angka pasti masih dalam perhitungan, Eri optimistis dengan optimalisasi sistem dan kerja sama antar rumah sakit, biaya perawatan kesehatan dapat ditekan. Hal ini akan berdampak positif pada warga, terutama mereka yang kurang mampu.

BACA JUGA:Selesaikan Tunggakan Iuran JKN, BPJS Kesehatan Surabaya Sinergi dengan Kejaksaan 

Selain itu,  Eri juga membahas upaya penanggulangan TBC dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.  Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PERSI), akan dimaksimalkan untuk menekan angka penderita TBC di Surabaya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya rasio dokter dan rumah sakit sesuai standar WHO (1:1000). Pemkot Surabaya akan mengevaluasi jumlah rumah sakit yang ada dan merencanakan pembangunan rumah sakit baru hanya jika memang diperlukan,  khususnya untuk layanan kesehatan spesialis seperti penanganan kanker.

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Gugah Mahasiswa IKIP Bojonegoro Melek Layanan Digital Program JKN

Terakhir, Eri berharap agar sistem rujukan antar rumah sakit berjalan lancar.  Pemkot Surabaya akan memastikan ketersediaan ambulans dan koordinasi yang baik antar rumah sakit, khususnya RSUD dr M Soewandhie, untuk memberikan layanan yang cepat dan efisien kepada masyarakat.  

BACA JUGA:Aturan Baru BPJS Kesehatan, Komisi D: Harus Menjamin Kenyamanan Berobat

Rumah sakit yang menolak pasien BPJS akan ditindak tegas dengan pencabutan izin kerja sama.  Transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat juga akan dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan di Surabaya terus meningkat. Wali kota mengajak warga Surabaya untuk memberikan masukan dan pendapatnya terkait pelayanan kesehatan di kota. 

"Nanti kami akan koordinasi dengan BPJS, kerjasamannya dengan BPJS tak cabut bisa, izin itu ke Surabaya," tegas Eri. (rio)

Sumber: