Polres Gresik Bekuk Enam Gangster Penyerang Warga di Panceng dan Dukun, Belasan Masih Diburu

Polres Gresik Bekuk Enam Gangster Penyerang Warga di Panceng dan Dukun, Belasan Masih Diburu

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya memberikan keterangan pers terkait kasus pengeroyokan.--

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Satreskrim Polres Gresik menangkap enam orang yang terlibat pengeroyokan bersenjata tajam terhadap warga di Kecamatan Dukun dan Panceng, sementara belasan pelaku lainnya masih dalam pengejaran, Senin 5 Januari 2026.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menjelaskan, enam pemuda yang diamankan masih berstatus sebagai saksi dan sebagian besar merupakan pelaku di bawah umur.


Mini Kidi--

Menurutnya, para pelaku tergabung dalam kelompok perguruan silat yang berniat merampas atribut perguruan lain, dengan jumlah keseluruhan sekitar 20 orang yang datang menggunakan 10 sepeda motor.

“Pelaku berjumlah sekitar 20 orang dengan 10 motor dan mengenakan pakaian serba hitam. Beberapa membawa senjata tajam berupa parang dan linggis. Kapolres Gresik telah memberi atensi dan membentuk tim khusus,” ujar AKP Arya Widjaya.

BACA JUGA:Pria Tak Dikenal Aniaya Pelanggan SPBU di Sembayat Gresik, Polisi Buru Pelaku

Ia mengungkapkan, total terdapat empat korban dalam peristiwa tersebut. Dua orang menjadi korban pengeroyokan menggunakan senjata tajam, sementara tiga orang, termasuk salah satu korban pengeroyokan, kehilangan telepon genggam akibat dirampas pelaku.

“Korban pertama terjadi di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun. Korban dikeroyok dan mengalami luka sabetan hingga luka robek pada punggung selebar delapan sentimeter dan lima sentimeter,” ungkapnya.

BACA JUGA:Polres Gresik Selamatkan Wisatawan Tersesat di Hutan Pulau Bawean

Akibat luka tersebut, korban yang merupakan warga Lamongan harus menjalani perawatan di Puskesmas Mentaras, Kecamatan Dukun. Setelah itu, para pelaku bergerak ke Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, dan kembali melakukan penyerangan.

Di lokasi kedua, pelaku menyasar Ahmad Zaki Syarifuddin yang saat itu sedang membeli nasi goreng di warung pinggir jalan. Pelaku menarik pakaian korban, melempari warung dengan batu, lalu melakukan pengeroyokan.

BACA JUGA:Pastikan Kondusifitas Pergantian Tahun, Polres Gresik Gelar Doa Bersama Lintas Agama

“Penjual dan seorang pembeli langsung masuk ke dalam warung, sedangkan korban diseret oleh pelaku sambil dipukuli serta dilucuti pakaian bagian atas hingga korban telanjang dada,” urainya.

Selain melakukan pengeroyokan, para pelaku juga merampas tiga unit telepon genggam milik korban, penjual nasi goreng, dan seorang pembeli lainnya.

“Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian atas kepala hingga delapan jahitan, luka memar pada mata kiri, luka lecet pada pipi kiri, serta luka memar pada tangan kiri,” terang Arya.

BACA JUGA:Jelang Pergantian Tahun 2026, Kapolres Gresik Pimpin Kenaikan Pangkat 96 Personel Polri dan 5 ASN

Saat ini, polisi masih memburu belasan pelaku lainnya, termasuk sosok yang diduga sebagai otak penyerangan yang terjadi pada dini hari Minggu 4 Januari 2026.

“Bagi yang belum tertangkap, saya imbau segera menyerahkan diri. Mau lari ke mana pun pasti akan kami tangkap,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menghindari bepergian sendirian pada malam hari, terutama di daerah rawan, serta tidak mengenakan atribut yang berpotensi memicu reaksi kelompok lain. (rez)

 

Sumber: