selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Menguatkan Program MBG dari Kantin Sekolah

Menguatkan Program MBG dari Kantin Sekolah

Irra Chrisyanti Dewi Fulltime Lecturer School of Culinary, Food Technology, and Tourism Universitas Ciputra Surabaya.-Dok pribadi.-

Oleh:
Irra Chrisyanti Dewi
Fulltime Lecturer School of Culinary, Food Technology, and Tourism
Universitas Ciputra Surabaya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan yang paling banyak dibicarakan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Program ini bertujuan mulia: memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup agar dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Di tengah tantangan kualitas gizi anak Indonesia yang masih menjadi perhatian, program ini diharapkan mampu
menjadi salah satu solusi strategis.

Namun, seperti banyak program besar lainnya, implementasi di lapangan tentu membutuhkan strategi yang tepat agar tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang layak dipertimbangkan adalah memaksimalkan peran kantin sekolah sebagai pusat pelaksanaan program makan bergizi.

BACA JUGA:5 Resep Menu Buka Puasa Praktis tapi Mewah untuk Keluarga Saat Gajian


Mini Kidi Wipes.--

Tantangan Gizi Anak Sekolah

Persoalan gizi anak sekolah di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Berbagai laporan menunjukkan bahwa masih banyak anak yang mengalami kekurangan gizi, anemia, bahkan stunting yang berdampak pada kemampuan belajar mereka.

Padahal, masa sekolah merupakan periode penting bagi perkembangan fisik dan kognitif. Tanpa asupan nutrisi yang
memadai, anak-anak akan sulit mencapai potensi terbaiknya.

Di sisi lain, kebiasaan konsumsi anak sekolah juga berubah seiring perkembangan zaman. Makanan cepat saji, jajanan tinggi gula, dan minuman berpemanis sering menjadi pilihan karena
mudah didapat dan murah.

Akibatnya, bukan hanya kekurangan gizi yang menjadi masalah, tetapi juga munculnya pola makan yang tidak sehat. Dalam konteks inilah program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai intervensi penting dari negara.

Program Besar VS. Tantangan Besar

Program MBG dirancang untuk menjangkau jutaan siswa di seluruh Indonesia. Skala program ini sangat besar karena melibatkan logistik makanan, distribusi bahan baku, pengolahan makanan,
hingga pengawasan kualitas gizi.

Tantangan terbesar tentu berada pada tahap implementasi. Pertanyaan yang muncul adalah: siapa yang memasak, di mana makanan disiapkan, dan bagaimana memastikan makanan tersebut tetap higienis serta bergizi ketika sampai ke tangan siswa?

Jika seluruh makanan harus diproduksi secara terpusat dan kemudian didistribusikan ke sekolah- sekolah, maka akan muncul persoalan baru seperti biaya transportasi, risiko makanan basi, serta kompleksitas pengawasan.

Sumber: