Menguatkan Program MBG dari Kantin Sekolah
Irra Chrisyanti Dewi Fulltime Lecturer School of Culinary, Food Technology, and Tourism Universitas Ciputra Surabaya.-Dok pribadi.-
Karena itu, pendekatan yang lebih dekat dengan lingkungan sekolah dapat menjadi alternatif yang lebih realistis.

Gempur Rokok Ilegal.--
Kantin Sekolah = Solusi Strategis
Di hampir setiap sekolah di Indonesia, kantin sudah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan. Kantin tidak hanya menyediakan makanan bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang sosial tempat anak-anak berinteraksi.
Namun selama ini, peran kantin sekolah lebih sering sekadar sebagai tempat jual beli makanan, tanpa pengelolaan yang terstandar dari sisi gizi.
Padahal jika dikelola secara profesional, kantin sekolah berpotensi menjadi dapur utama bagi program Makan Bergizi
Gratis.
Ada beberapa alasan mengapa kantin sekolah dapat menjadi solusi strategis. Pertama, kantin berada di lokasi yang sama dengan siswa.
Ini berarti distribusi makanan menjadi lebih mudah dan efisien. Kedua, makanan dapat dimasak dalam kondisi segar setiap hari.
Hal ini penting untuk menjaga kualitas rasa dan kandungan nutrisi. Ketiga, pengawasan menjadi lebih sederhana karena proses produksi makanan terjadi langsung di lingkungan sekolah.
Standarisasi Menu Bergizi
Agar kantin sekolah dapat mendukung program MBG secara optimal, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun standar menu bergizi.
Menu tersebut harus memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekolah, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Contohnya adalah kombinasi nasi, lauk berprotein seperti ayam atau telur, sayuran, serta buah sebagai penutup.
Menu tidak harus mahal, tetapi harus seimbang. Banyak bahan pangan lokal yang sebenarnya
sangat kaya nutrisi dan mudah didapat, seperti tempe, tahu, ikan, serta sayuran hijau.
Dengan perencanaan menu yang baik, makanan bergizi dapat disediakan dengan biaya yang tetap
terjangkau.
Memberdayakan UMKM dan Komunitas
Sumber:




