Bahaya Langsung Tidur setelah Sahur, Picu GERD dan Asam Lambung Naik
-Ilustrasi (sumber foto: freepik)-
Jika rasa kantuk tidak terganggu, gunakan bantal tambahan agar kepala dan dada lebih tinggi sekitar 15–20 cm dibandingkan perut.
4. Tidur Menyamping ke Kiri
Posisi menyamping ke kiri diketahui membantu menekan risiko asam lambung naik dibandingkan posisi telentang atau miring ke kanan.
5. Hindari Makanan Pemicu
Kurangi makanan pedas, pedas tinggi, santan, asam, cokelat, serta minuman berkafein saat sahur karena dapat memicu produksi asam lambung berlebih.
BACA JUGA:Benarkah Tidur 8 Jam Ideal bagi Tubuh? Ini Penjelasan Ilmiahnya
6. Makan dalam Porsi Kecil dan Seimbang
Hindari makan berlebihan dengan alasan takut lapar. Pilih porsi sedang dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cukup cairan.

Gempur Rokok Illegal--
Bagi individu yang memiliki riwayat GERD, penting untuk lebih disiplin menjaga pola makan dan posisi tubuh setelah sahur. Jika gejala sering kambuh atau semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
BACA JUGA:Sahur Minum Kopi saat Puasa? Ini Batas Aman Kafein agar Jantung Tak Berdebar
Kebiasaan langsung tidur setelah sahur memang terasa praktis, terutama saat waktu istirahat terbatas. Namun, risiko gangguan asam lambung dan penurunan kualitas tidur tidak dapat diabaikan.
Dengan memberi jeda waktu, memilih menu sahur yang tepat, serta memperhatikan posisi tidur, kesehatan pencernaan selama Ramadhan dapat tetap terjaga.
Menjalani puasa dengan tubuh yang nyaman tentu akan membuat ibadah dan aktivitas harian berlangsung lebih optimal dan bebas gangguan lambung. (Mg/Nur Zuwidatul Chusnah)
Sumber:



