Berkontribusi Lindungi Anak PMI, Bupati Gresik Terima Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.--
Sebagian anak PMI juga menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Hasil riset Pemkab Gresik, terdapat 76 sanggar belajar binaan KBRI di berbagai wilayah Malaysia yang menampung lebih dari 2.300 anak PMI.
BACA JUGA:Sambang Pasar Panganan Giri Biyen, Bupati Gresik: Jadi Sarana Perkenalan Budaya ke Generasi Muda
Namun, sebagian sanggar belum memiliki kurikulum resmi maupun guru tetap. Meski begitu, sanggar belajar tetap menjadi ruang penting untuk memastikan anak-anak PMI memperoleh hak dasar pendidikan.
“Setelah kami tracing semuanya, kesimpulannya adalah paling tepat mereka kita bawa pulang ke Indonesia, pulang ke Gresik, agar mereka mendapatkan hak identitas, hak pendidikan yang layak, dan hak-hak lainnya,” ungkapnya.
Pemkab Gresik tela melaksanakan dua gelombang pemulangan PMI. Yakni pada 8–9 Februari 2026, dengan pemulangan tiga anak dan pada 9–10 Juli 2026, enam anak asal Gresik dipulangkan bersama tiga anak dari daerah lain.
BACA JUGA: Bupati Gresik Dorong CSR Perusahaan, Berdampak Nyata dan Selaras Program Pemerintah
Pemulangan itu dilakukan untuk memastikan hak anak-anak untuk memiliki identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, dan memiliki kesempatan membangun masa depan.
“Satu hal yang kami harapkan adalah anak-anak bisa diterima di Indonesia, memiliki identitas, dan bisa sekolah tanpa kesulitan administrasi. Ini yang menjadi konsentrasi kami,” tuntasnya. (rez)
Sumber:




