3 Anak Pekerja Migran Gresik Dipulangkan dari Malaysia, Bupati Beri Pendampingan
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mendampingi 3 anak pekerja migran untuk pulang ke Gresik. --
“Kami hadir memberikan pelayanan publik, salah satunya perlindungan bagi anak-anak pekerja migran,” tegasnya.
BACA JUGA:Tiga Terdakwa Kasus TPPO di Malang Tidak Terbukti tapi Terjerat UU Perlindungan Pekerja Migran
Fokus utama pemerintah daerah, katanya, memastikan anak-anak PMI mendapatkan pendidikan formal yang layak di tanah air. Mulai dari pencatatan kependudukan oleh Dispendukcapil, pemenuhan hak sosial dan kesehatan, hingga akses pendidikan.
Sebab, selama di luar negeri, sebagian anak PMI hanya mengakses pendidikan nonformal berbasis komunitas.
“Langkah ini merupakan implementasi Program Prioritas Nawakarsa melalui skema BUMI Gresik (Peduli Buruh Migran Gresik) yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Gresik,”terangnya.
BACA JUGA:Sinergi Pemkab Jember dan BP2MI, Layanan Terpadu untuk Pekerja Migran Resmi Dibuka
Ia menambahkan, bahwa program tersebut mengorkestrasi perlindungan PMI secara lintas sektor. Melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas KBPPPA, Dispendukcapil, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
“Ini baru awal. Prosesnya masih panjang karena masih banyak anak PMI lain yang menunggu kepulangan,” tandasnya.
Yani memastikan, pemda terus berkomunikasi dengan KBRI Kuala Lumpur agar kehadiran negara benar-benar dirasakan. Pihaknya ingin, keluarga PMI terjamin perlindungan dan kepastian masa depannya. (rez)
Sumber:




