Jalan Raya Imaan Ambles Bahayakan Pengendara, Baru Sebulan Ditambal Sulam
Ruas Jalan Raya Desa Imaan yang ambles dan dikeluhkan masyarakat.-Achmad Willy Alva Reza-
GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Kerusakan jalan raya di wilayah Kabupaten Gresik masih terus terjadi. Salah satu yang memprihatinkan yakni amblesnya permukaan aspal yang ada di ruas Jalan Raya Desa Imaan, Kecamatan Dukun.
BACA JUGA:Respons Aduan Warga, Wabup Gresik Sidak Jalan Rusak di Kapten Darmo Sugondo
Jalan ambles itu pun telah menuai keluhan para pengguna jalan. Sebab, titik ambles ada di tengah badan jalan yang lokasinya berada tepat di sebelah barat jembatan.

Mini Kidi--
Hal tersebut pun mengancam keselamatan para pengendara, terutama yang melintas dari arah timur. Sebab, permukaan jembatan yang lebih tinggi membuat jalan yang ambles tak terlihat bagi pengendara dari timur. Apalagi jika melaju dengan kecepatan tinggi.
“Apalagi untuk pengendara dari luar daerah. Karena saya yang biasa lewat jalan ini aja kadang masih sering terperosok di jalan yang ambles itu,” keluh Fahmi, salah satu warga Kecamatan Dukun, Selasa 24 Juni 2025.
Bagian jalan ambles tersebut panjangnya mencapai sekitar sepuluh meter. Padahal, jalan tersebut baru beberapa bulan lalu diperbaiki dengan metode tambal sulam oleh tim URC Bina Marga PUTR Gresik. Namun kerusakan kembali terjadi.
Berdasarkan pantauan, kerusakan juga terjadi pada aspal yang berlubang di sejumlah titik. Lubang-lubang itu tersebar di sepanjang ruas Jalan Raya Desa Mentaras-Lasem. Padahal, ruas tersebut juga baru beberapa bulan ditambal sulam oleh tim URC Bina Marga.
Kabid Bina Marga PUTR Gresik, Eddy Pancoro mengatakan jika pihaknya telah mendapat laporan kerusakan di ruas tersebut. Termasuk terkait jalan berlubang dan ambles yang ramai dikeluhkan warga.
Ia menjelaskan, penyebab dari amblesnya aspal yang baru saja diperbaiki itu lantaran robohnya tembok penahan tanah (TPT) lama di ruas Jalan Raya Imaan. Ia memastikan kerusakan akan segera ditangani oleh tim URC Bina Marga.
BACA JUGA:Kritisi Jalan Rusak, Warga Gresik Mancing di Jalan Berlubang
“Yang mengalami penurunan (ambles) itu memang belum di tangani. Tapi sudah direncanakan penanganan via kontraktual. Kerusakan diakibatkan robohnya TPT lama, sehingga badan jalannya sleeding,” ujar Eddy.
Selain itu, pihaknya juga berjanji untuk segera memperbaiki aspal berlubang yang tersebar di ruas jalan Mentaras-Lasem yang panjangnya sekitar 8 kilometer tersebut. Termasuk rencana peningkatan jalan dan pelapisan ulang aspal di kawasan tersebut.
“Untuk yang lubang-lubang akan dihandle sama teman-teman URC terlebih dahulu, selanjutnya akan dilakukan peninggian dan overlay atau pelapisan ulang,” terangnya.
Selain di kawasan tersebut, kerusakan parah juga terjadi di jalan penghubung Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme menuju Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Jalan yang ambles di ruas itu menuai kritik banyak pihak.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengatakan, tambal sulam yang dilakukan URC kurang efektif untuk kerusakan jalan yang bersifat parah. Ia menilai, langkah URC itu dapat berpotensi menjadi pemborosan anggaran.
“Sudah tak terhitung URC Dinas PUTR Gresik lakukan tambal sulam jalan. Ini namanya pemborosan,” tegasnya.
Ia pun meminta agar setiap pekerjaan jalan raya dilakukan dengan kajian komprehensif agar kualitasnya sesuai dengan karakteristik wilayah dan kendaraan yang melintasinya. Agar hasil pembangunan berkualitas dan dapat berumur panjang. (rez)
Sumber:

