Makan Siang Bukan Sekadar Penghilang Lapar
Manfaat makan siang bagi kesehatan dan bukan sekedar penghilang lapar.--
Pernahkah mendengar pepatah: makan pagi bak seorang raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti orang miskin? Artinya, makan pagi perlu sebagai bahan bakar penghasil energi bagi aktivitas harian. makan siang dimaksudkan untuk mendapatkan kembali energi yang sudah terpakai, sedangkan malam hari adalah waktu istirahat yang tidak memerlukan banyak energi.
Namun, kondisi saat ini hampir tidak memungkinkan orang mematuhi ketentuan itu. Banyak faktor penyebab, terutama waktu yang tersita oleh tingginya beban kerja, yang tidak memungkinkan penyiapan makan seperti yang diharapkan. Keadaan ini tentu kurang baik apabila tidak segera disadari, bahwa selain sebagai bahan baku pembuatan energi, makanan perlu mengandung aneka zat bergizi untuk menjaga, mempertahankan, dan meningkatkan kinerja organ penting tubuh.
Makan siang adalah saat yang ditunggu oleh setiap orang di tempat kerja. Menghilangkan lapar dengan menyantap makanan kesukaan menjadi tujuan utama, dan saat ini mayoritas orang mendapatkannya dengan cara membeli di berbagai pusat makan. Kalau pun membawa dari rumah, maka itu hanya dilakukan oleh segelintir orang saja. Keadaan ini boleh jadi membuat menu makan siang tidak selalu dilengkapi dengan kebutuhan tubuh akan unsur karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, mineral dalam jumlah cukup. Yaitu unsur yang perlu untuk menghasilkan energi, membangun dan menjaga sel pembangun tubuh, menjaga kelancaran pengeluaran berbagai enzim dan hormon untuk kelancaran mesin tubuh. Kalau keadaan ini berlanjut, yang terjadi adalah kekurangan bahan baku penting yang berpotensi meniti jalan menuju kerusakan fatal.
BACA JUGA:Dahaga, Air Kelapa, dan Kesehatan Otak

Mini kidi--
Langkah perbaikan perlu dilakukan sekarang juga, yaitu dengan menyediakan menu makan siang bak seorang pangeran. Isilah separuh piring dengan aneka sayur dan buah yang kaya serat, vitamin, dan mineral, dari bahan alam tanpa banyak melalui proses penyiapan. Tidak perlu mahal, cukup mentimun, kacang panjang, tomat, wortel, daun selada. Seperempat piring lagi adalah jatah bagi sumber karbohidrat, yaitu nasi, kentang, ubi, jagung, atau biji bijian utuh. Utamakan sumber yang kaya serat dan minim proses. Seperempat piring sisanya adalah untuk bahan kaya protein, seperti ikan, ayam, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan.
Pilihan Makanan
Cara tepat memilih menu makanan siang bergantung pada banyak faktor, termasuk berat ringan beban kerja, usia, kondisi kesehatan umum, keterbatasan biaya. Pilih paling sedikit sebutir telur sebagai sumber protein lengkap, karena hampir semua unsur pembangun dan pengelola tubuh tersusun dari protein. Protein adalah bahan utama penyusun bagian terbesar otak untuk membentuk sel saraf. Kekurangannya berdampak pada menurunnya kemampuan mengingat, berkonsentrasi, bersosialisasi, mengambil keputusan. Keadaan ini berpotensi menyebabkan penurunan performa dan prestasi kerja.
BACA JUGA:Nasi Jagung

Gempur Rokok Illegal--
Kesehatan otak erat berkaitan dengan kesehatan saluran cerna, termasuk lambung dan usus. Kegagalan fungsi saluran ini menyebabkan penyerapan nutrisi makanan ke dalam darah terhambat. Artinya, akan terjadi keadaan kekurangan gizi yang secara perlahan tapi pasti dikhawatirkan mengganggu sistem dan fungsi seluruh organ tubuh. Kecukupan sayuran dan buah sebagai sumber serat alami adalah syarat umum bagi kerja optimal saluran cerna. Pilih saja yang termudah dan berkualitas baik, yaitu buah pepaya atau pisang.
Karbohidrat tidak untuk dihindari, hanya perlu diatur jenis dan jumlahnya. Pilih yang disukai dengan mempertimbangkan faktor, seperti indeks glikemik, agar kadar gula darah terkendali. Nasi merah lebih terpilih karena kaya serat dan nutrisi, jangan tinggalkan biji-bijian utuh seperti flaxseed atau gandum.
Nah, Nikmatilah makan siang dengan tenang, pada waktu yang sesuai, dan dengan menu yang bernilai gizi lengkap. Tubuh yang memperoleh asupan cukup dan seimbang memiliki bekal yang lebih baik untuk menjalankan aktivitas harian secara maksimal. Pastikan makan siang bukan sekadar hanya untuk membuat perut kenyang. Ini adalah bentuk investasi sederhana untuk menjaga tubuh tetap bugar, pikiran tetap fokus, dan aktivitas tetap produktif. (Dari berbagai sumber).
Sumber:







