iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Miras Berbagai Merek Dioplos, Akademis Unusa Ungkap Bahaya hingga Risiko Kematian

Miras Berbagai Merek Dioplos, Akademis Unusa Ungkap Bahaya hingga Risiko Kematian

Ilustrasi miras berbagai merek dicampurkan jadi satu, yang bisa menancam nyawa.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Mencampur minuman keras (miras) dari berbagai merek dan kadar alkohol bukan sekadar berisiko membuat seseorang mabuk lebih cepat. Jika minuman tersebut mengandung zat berbahaya seperti metanol, dampaknya bisa mengancam nyawa, bahkan baru muncul beberapa hari setelah dikonsumsi.

Menanggapi video viral di sosial media terkait sejumlah orang yang menuangkan miras berbagai merek yang dicampurkan dalam satu wadah, Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSI Jemursari Surabaya, Dr. dr. Danny Irawan, Sp.PD., FINASIM, menjelaskan terkait dampak usai mengkonsumsi minuman tersebut. 

BACA JUGA:Miras Oplosan Tewaskan Empat Orang di Cianjur, Dua Korban Masih Dirawat


Mini kidi--

Danny pun menyebutkan bahwa dmpak konsumsi miras bergantung pada jenis dan kadar alkohol yang terkandung di dalamnya.Menurutnya, minuman keras legal pada umumnya mengandung etanol dengan kadar yang bervariasi. Konsumsi dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan efek memabukkan. 

Namun, ketika kadar alkohol yang masuk ke tubuh terlalu tinggi, dampaknya bisa berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius.

"Efeknya kalau ringan memabukkan, kalau berat bisa terjadi penurunan kesadaran sampai depresi napas. Secara sederhana, ibaratnya tubuh kita malas untuk bernapas," jelas Danny, Sabtu, 3 Oktober 2026.

BACA JUGA:Dari Mabuk hingga Kematian, Dokter Ungkap Bahaya Metanol di Minuman Oplosan

Depresi napas merupakan kondisi ketika pernapasan melambat atau tidak memadai sehingga tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis yang dapat berakibat fatal.

Danny menambahkan, kadar alkohol juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat bahaya minuman keras. Minuman dengan kadar alkohol tinggi, seperti vodka, memiliki risiko berbeda dibandingkan minuman dengan kadar alkohol lebih rendah, seperti bir.

Namun, persoalan menjadi jauh lebih berbahaya apabila minuman tersebut dicampur dengan alkohol yang tidak diperuntukkan bagi konsumsi manusia, terutama metanol yang biasa digunakan dalam keperluan industri.

"Campuran antara etanol dan metanol ini yang bisa menyamarkan gejala. Efek berbahaya yang timbul tidak segera, tetapi bisa beberapa hari kemudian," ungkapnya.

BACA JUGA:Warkop Berkedok Jual Es Moni di Sambikerep Surabaya, Sediakan Ciu Oplosan Dekat Kawasan Sekolah

Kondisi tersebut berpotensi membuat korban terlambat mendapatkan pertolongan medis. Padahal, keracunan metanol dapat menyebabkan kerusakan organ serius, gangguan penglihatan hingga kebutaan, serta kematian.

Sumber: