Gresik, memorandum.co.id - Satreskrim Polres Gresik meringkus komplotan maling kabel yang merugikan PLN hingga ratusan juta rupiah. Para tersangka diamankan saat sedang lelap tertidur di sebuah hotel di kawasan Bandar Grissee. Sebanyak empat tersangka digulung ke kantor polisi. Identitasnya ES (39), MH (30) asal Kabupaten Cilegon dan H (29) dari Kota Serang. Satu lagi tersangka yang bertindak sebagai penadah yakni U (29) warga Kecamatan Menganti, Gresik. Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom membeberkan, ungkap kasus ini bermula dari kejadian di Jalan Raya Domas, Kecamatan Menganti pada Senin (3/7/2023). PLN mendapat aduan dari masyarakat bahwa aliran listrik padam. Setelah dicek ternyata ada kabel yang terpotong. PLN UP3 Gresik akhirnya membuat laporan polisi karena kejadian serupa terjadi di sejumlah titik. Satreskrim Polres Gresik bersama Polsek Menganti selanjutnya melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP dan mengecek CCTV sekitar. "Dari hasil rekaman CCTV kami mendapati satu unit mobil Expander warna silver yang ditengarai milik para pelaku. Berselang beberapa hari, anggota menemukan mobil dengan ciri - ciri serupa sedang parkir di depan sebuah hotel di Gresik," kata Kapolres Gresik didampingi Kasat Reskrim AKP Aldhino Prima Wirdhan, Selasa (18/7/2023). Petugas pun berkoordinasi dengan pihak hotel dan ternyata 3 pelaku sedang menginap. Pelaku ES, MH dan H tidak bisa berkelit saat petugas kepolisian datang untuk meringkus mereka. Bangun tidur sudah ada polisi di dalam kamar. "Dari penyelidikan lebih lanjut, tiga orang pelaku ini mengakui semua perbuatannya dan menjual kabel hasil curian kepada pelaku U (29) asal Kecamatan Menganti. Tidak buang waktu, kami langsung melakukan penangkapan terhadap U di rumahnya," imbuh AKBP Adhitya. Lulusan Akpol 2002 itu menambahkan, para pelaku sudah beraksi di 32 TKP di Kabupaten Gresik. Meliputi Kecamatan Menganti, Sidayu, Ujungpangkah, Kebomas, Gresik Kota, Cerme, Benjeng dan Balongpanggang. "Aksi itu dilakukan kurun waktu April - Juli 2023. Total kerugian yang dialami PLN mencapai Rp 250 juta," tandasnya. Modus operandinya, pelaku berkeliling mencari panel trafo di tepi jalan saat dini hari. Setelah menemukan sasaran, mereka membuka paksa gembok panel lalu mematikan aliran listrik. Selanjutnya memotong kabel menggunakan gunting besar yang sudah dilapisi isolator. "Dalam satu malam para pelaku bisa beraksi di tiga titik. Dari setiap titik mereka mendapatkan empat kabel tembaga dengan masing - masing sepanjang 9 meter. Kabel - kabel itu lalu dijual ke penadah dengan sistem kiloan," tukas mantan Kapolres Blitar. Dari ungkap kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 gunting besar yang sudah dilapisi isolator, kabel tembaga seberat 65 kilogram, dua karung kulit kabel dan satu unit mobil expander beserta tiga plat palsu. "Tidak hanya di Gresik, pelaku juga beraksi di daerah lain. Salah satunya Surabaya. Para pelaku sudah ditetapkan tersangka dan dikenai Pasal 363 Ayat (4) dan (5) Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman 9,4 tahun penjara," tegasnya. Ulah para pelaku ini selain merugikan PLN juga mengganggu aktivitas masyarakat. Bayangkan saja, untuk perbaikan setiap titik memerlukan waktu sampai 8 jam. Selama itu aliran listrik untuk masyarakat padam. "Mengantisipasi kejadian serupa, kami imbau kepada masyarakat agar segera melapor jika mendapati hal - hal mencurigakan," pungkas Adhitya.(and/har)
Rugikan PLN dan Masyarakat Gresik, Komplotan Maling Kabel Diringkus saat Tidur di Hotel
Selasa 18-07-2023,11:10 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 17-06-2026,10:29 WIB
Aksi Anarkis Oknum Perguruan Silat di Kalijudan, Mobil Warga Rusak Parah Dilempar Batu
Rabu 17-06-2026,20:30 WIB
Kisah Cinta yang Tertinggal di Tanah Rantau (3): Ketika Bintang Jatuh dalam Pelukan Wanita Lain
Rabu 17-06-2026,12:56 WIB
Pengurus Baru PMI Tulungagung Resmi Dilantik, Siapkan Empat Langkah Perkuat Pelayanan Kemanusiaan
Rabu 17-06-2026,11:39 WIB
Buntut Pengeroyokan Oknum Perguruan Silat di Kalijudan, Satu Pemuda Kritis
Rabu 17-06-2026,11:31 WIB
Rangkul Guru Ngaji dan Pesantren, Gus Fawait Ingin Santri Jadi Motor Penggerak Jember Maju
Terkini
Kamis 18-06-2026,06:17 WIB
Beredar Video Asusila Diduga Mahasiswa Unair, Pihak Kampus Buru Pemeran dan Perekam
Kamis 18-06-2026,06:01 WIB
Muskorda II IJTI Pantura Raya, Mahrus Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Periode 2026-2029
Rabu 17-06-2026,23:13 WIB
Di Era Prabowo, Jemaah Haji Reguler Bisa Menginap di Hotel Bintang Lima, Konsumsi pun Variatif
Rabu 17-06-2026,22:14 WIB
Rayakan HUT Ke-99 Persebaya, Massa Bonek Konvoi dan Padati Jalan Protokol Surabaya
Rabu 17-06-2026,20:30 WIB