Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Sebelum Janur Kuning Terpasang (3): Bulan Lelah di Rumah yang Sunyi

Sebelum Janur Kuning Terpasang (3):  Bulan Lelah di Rumah yang Sunyi

ilustrasi--

Bulan sudah tahu sejak awal. Bintang menikahinya bukan karena memilihnya. Melainkan karena terpaksa bertanggung jawab. Dan itu berbeda sangat jauh. “Kalau aku gak hamil…” suara Bulan pelan sekali. “Kamu pasti nikah sama Berlian, ya?” tanya Bulan

Pertanyaan itu membuat Bintang membeku. Nama itu yang selalu berhasil membuat hatinya runtuh diam-diam. “Aku gak mau bohong sama kamu,” jawab Bintang lirih. Dan kalimat itu cukup untuk menghancurkan hati Bulan malam itu. Perempuan itu tersenyum sambil menunduk.

Senyum seseorang yang sedang mencoba menerima kenyataan paling pahit dalam hidupnya. “Aku ngerti sekarang.”ucao Bintang. “Apa?”tanya Bintang. “Kadang perempuan bisa menang jadi istri…” Air mata Bulan jatuh perlahan. “…tapi kalah jadi cinta.”imbuhnya.

BACA JUGA:Sebelum Janur Kuning Terpasang (2): Menikah karena Tanggung Jawab


Mini Kidi Wipes.--

Bintang memejamkan mata kuat-kuat. Ia ingin memperbaiki semuanya. Ingin belajar mencintai perempuan yang sekarang membawa anaknya. Tapi setiap kali mencoba membuka hati yang muncul justru wajah Berlian.

Tawanya adalah caranya memanggil namanya. Mimpi-mimpi mereka yang dulu pernah terasa begitu dekat. Dan malam pertama pernikahan itu akhirnya ditutup oleh dua orang yang sama-sama menangis diam-diam.

Bulan menangis karena merasa tidak dicintai. Sedangkan Bintang menangis karena menyadari ia sedang hidup bersama perempuan yang baik, namun meninggalkan perempuan yang sebenarnya tidak pernah ingin ia lepaskan.

Tahun ke tahun kehidupan mereka berjalan hingga Bulan melahirkan buah hati bersama Bintang. Tiga tahun berjalan. Bulan hidup bersama laki-laki yang tidak pernah benar-benar ia miliki.

Bintang berubah menjadi ayah yang baik. Sangat baik. Ia selalu pulang untuk anak mereka. Selalu memastikan kebutuhan rumah terpenuhi. Tidak pernah bermain kasar. Tidak pernah meninggalkan rumah berhari-hari seperti lelaki lain.

Tapi ada satu hal yang tetap tidak pernah bisa diberikan Bintang yakni Hatinya. Bulan bisa merasakan itu dari hal-hal kecil. Dari cara Bintang lebih sering diam saat mereka berdua. Dari matanya yang kosong ketika Bulan berbicara terlalu lama.


Gempur Rokok Illegal--

Dan dari satu kebiasaan yang tidak pernah berubah, Bintang masih menyimpan foto Berlian di folder tersembunyi ponselnya. Malam itu Bulan menemukannya tanpa sengaja. Puluhan foto lama. Foto pertunangan. Foto saat mereka tertawa di pantai. Bahkan ada video ketika Berlian berkata sambil tertawa kecil: “Kalau nanti kita nikah, jangan tinggalin aku ya.”

Dan suara Bintang di video itu menjawab lembut: “Aku bakal sama kamu terus.” Kalimat sederhana yang tidak pernah sekalipun Bintang ucapkan kepada istrinya sendiri. Dada Bulan terasa sesak sampai sulit bernapas.

Ia mematikan layar ponsel perlahan lalu duduk diam di ruang tamu yang gelap. Tangisnya tidak langsung pecah. Karena rasa sakit yang terlalu lama dipendam biasanya berubah menjadi kosong. (atp/rdh/fer/bersambung)

Sumber: