Oleh : drh.Puguh Wiji Pamungkas,MM Presiden Nusantara Gilang Gemilang Founder RSU Wajak Husada Kurang lebih 14 abad yang lalu, Rasulullah SAW pernah pada sebuah fase kehidupan yang hari ini semua kaum muslimin dan kita semua meneladaninya. Pada fase kehidupan beliau yang paruh baya, beliau didaulat menjadi seorang Nabi yang mengemban mandat langsung dari Allah SWT untuk mengajak manusia pada saat itu kembali beriman kepada Allah SWT. Bukan perkara mudah memang, meskipun sedari kecil “integritas” sang Nabi sudah tidak diragukan lagi karena kejujurannya dalam berdagang dan berinteraksi sosial dengan semua orang. Namun yang terjadi saat sang Nabi menerima wahyu kenabian, orang–orang terdekatnya, keluarga beliau sendiri dan mayoritas masyarakat Makkah menolak dengan keras apa yang disampaikan oleh Nabi. Tahun demi tahun berjalan, 13 tahun menjani masa dakwah di Kota Makkah menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Nabi dan para sahabat yang sudah beriman terlebih dahulu. Puncaknya adalah 3 tahun sebelum peristiwa hijrahnya Nabi ke Madinah. Nabi menjalani sebuah peristiwa Isra’ Mi’raj yakni perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan dilanjutkan ke Sidrotul muntaha (langit ke tujuh) dalam waktu satu malam. Semua orang tidak percaya, bahkan sempat para sahabat Nabi juga tidak percaya akan peristiwa yang dialami oleh sang Nabi tersebut. Namun, Sang Nabi tetaplah Sang Nabi, beliau diturunkan ke muka bumi oleh Allah SWT dan dijaga integritasnya. Tidak lama setelah peristiwa tersebut Nabi dan para sahabat melakukan perjalanan ke Madinah untuk melakukan Hijrah. Di Madinah inilah titik “breakthrough” dakwah Nabi Muhammad, semakin banyak orang yang merasakan dampak kepemimpinan Nabi, bahkan Madinah yang daerahnya terdiri dari komposisi warga yang heterogen bisa disatukan oleh “Integritas” yang dimiliki oleh sang Nabi. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi sepanjang 10 tahun dakwah, Nabi Muhammad SAW di Madinah telah menunjukan betapa beliau adalah sosok yang benar-benar ber “intigritas” dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Bahkan Kota Makkah yang dulunya menjadi tempat paling memusuhi dakwah beliaupun, pada akhirnya bisa ditaklukkan dengan seksama tanpa ada setetes darah yang tertumpah saat proses penaklukkannya. (*)
Integritas
Senin 10-04-2023,15:50 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 06-07-2026,14:08 WIB
Oknum Anggota DPRD Lumajang Berinisial GS Dilaporkan ke Polisi, Diduga Tipu Investasi Dapur MBG
Senin 06-07-2026,19:15 WIB
Disorot Usai Mediasi Sengketa Rumah, Ini Klarifikasi Cak Ji Soal Uang Kompensasi Rp5 Juta
Senin 06-07-2026,20:58 WIB
Srawung Budaya di Malang, Aksara Kawi Ditegaskan sebagai DNA Peradaban Bangsa
Senin 06-07-2026,13:50 WIB
DPRD Jombang Kebut Raperda Kearsipan, Cegah Hilangnya Dokumen Penting dan Jejak Sejarah Daerah
Senin 06-07-2026,10:57 WIB
Konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center Berujung Ricuh, Sejumlah Orang Terluka
Terkini
Selasa 07-07-2026,10:40 WIB
Resmi Datangkan Bek Berpengalaman, Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Pertahanan Persebaya
Selasa 07-07-2026,10:05 WIB
Tingkatkan Keamanan, Bhabinkamtibmas Balas Klumprik Dorong Penerapan One Gate System di Pondok Maritim Indah
Selasa 07-07-2026,09:08 WIB
Jatim Catat 10.612 Kasus HIV Tertinggi Nasional, Dinkes: Justru Pertanda Skrining Makin Efektif
Selasa 07-07-2026,08:13 WIB
Kasus Pembunuhan WTS Putat Jaya, Keluarga Menanti Perkembangan Penyelidikan
Selasa 07-07-2026,07:45 WIB