Mojokerto, memorandum.co.id - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto memantau langsung tanah warga yang tergerus avoer Watu Dakon, Senin (27/2/2023). Hilangnya lahan seluas 1,7 hektare milik sejumlah warga di Dusun Sonosari, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, tersebut mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah. Rombongan wakil rakyat ke lokasi bencana dipimpin Ketua Komisi III, Pitung Hariyono. Sejumlah aparat turut dalam sidak ini, seperti Pemdes Canggu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, DPUPR dan Dinas Pengairan. Menurut Pitung, kondisi sungai tersebut sudah mengalami pergeseran ke arah tanah warga. "Kini aliran sungai Avoer Watu Dakon bertambah lebar karena menggerus tanah warga. Kami sangat miris dengan kejadian ini. Warga punya akta namun tanahnya tidak ada, ini harus ada penanganan secepatnya, " ujar Pitung. Padahal, lanjut Pitung, tanah di sekitarnya sangat produktif untuk tebu. Lahan pertanian itu juga menyimpan kandungan pasir kualitas bagus. Atas kejadian ini, Pitung mengeluarkan sejumlah rekomendasi. "Kami minta BBWS mengembalikan tanah warga yang tergerus. Intinya mendorong BBWS mencari jalan terbaik untuk petani," jelas Pitung. Ia meminta BBWS selaku pihak berwenang menanggul avoer ini dan mengembalikan keberadaan tanah warga dengan cara menempatkan urugan tanah dari normalisasi sungai yang dipastikan bakal dilaksanakan. "Kami juga menjadwalkan kunjungan ke kantor BBWS dengan mengajak petani. Tapi bukan sekarang, kami akan menjadwalkan kunjungan itu. Biar mereka membawa dokumen foto atau sertifikat tanahnya," pungkasnya. Sementara itu, Kepala Desa Canggu, Auda Fardian Akbironi mengatakan baru kali ini tragedi raibnya lahan pertanian diperjuangkan. Hilangnya lahan pertanian tersebut disampaikan Pemerintah Desa (Pemdes) Canggu saat audiensi bersama Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto, sehari sebelumnya. Pemdes meminta bantuan Pemkab Mojokerto untuk melakukan penanganganan guna menyelamatkan lahan pertanian yang tersisa. ”Karena kondisinya sudah satu hektare lebih tanah warga itu sudah tergerus,” kata Kades Auda Fardian. Menurutnya, terkikisnya areal persawahan yang berada di Dusun Sonosari itu sudah terjadi menahun. Namun, karena tidak ada tindak lanjut dari pihak berwenang, kondisi areal persawahan yang tergerus kini kian meluas. Akibatnya, sejumlah petani terpaksa gigit jari karena sawah mereka terus berkurang. " Kami berharap ada solusi dari pemerintah dengan dibuatkan tanggul agar tanah warga tidak terus menerus tergerus aliran sungai," pungkasnya.(war)
Tergerus Aliran Sungai, Sawah Warga Sonosari Disidak Dewan
Senin 27-02-2023,18:35 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-04-2026,14:41 WIB
GMNI Jember Bongkar Gurita Politik dan Konflik Kepentingan di Balik SPPG
Minggu 19-04-2026,16:04 WIB
Tiga Kali Sidak Tetap Nekat Buka, Warga Kedung Baruk Tuntut Penutupan Permanen Casbar MERR
Minggu 19-04-2026,19:42 WIB
Joko Anwar Berencana Pensiun dari Dunia Film Demi Mencari Ketenangan Batin
Minggu 19-04-2026,14:22 WIB
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Gresik Mulai Bersiap Antisipasi Potensi Krisis Air
Minggu 19-04-2026,14:03 WIB
Gagal Bobol Rumah Warga, Motor Maling di Wonorejo Hangus Dipanggang Massa
Terkini
Senin 20-04-2026,13:34 WIB
Dominasi Berbagai Cabang, Kafilah Bungah Kembali Juara Umum MTQ Kabupaten Gresik
Senin 20-04-2026,13:31 WIB
Bangun Kedekatan Lewat Program Polsanak, Ratusan Murid TK di Bangkalan Antusias Belajar Tertib Lalu Lintas
Senin 20-04-2026,13:26 WIB
Waspada Zat Bisphenol pada Struk Belanja, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Hormon
Senin 20-04-2026,13:20 WIB
Atasi Dana Tilang Mengendap, Dosen Kebijakan Publik Unair Desak Penerapan Sistem Automatic Refund
Senin 20-04-2026,13:16 WIB