new idulfitri

Kelompok RUSA Surabaya Berdayakan Ibu Rumah Tangga Romokalisari Jadi Produsen Tempe

Kelompok RUSA Surabaya Berdayakan Ibu Rumah Tangga Romokalisari Jadi Produsen Tempe

Ibu rumah tangga anggota RUSA memproduksi tempe di Romokalisari Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kelompok Rukun Sukses Asri di Dukuh Kalitangi Gang Kalitangi Asri, Kelurahan Romokalisari, memberdayakan ibu rumah tangga memproduksi tempe sejak November 2024, Rabu 11 Februari 2026.

Kelompok yang menamakan diri Rukun Sukses Asri (RUSA) itu berhasil mengolah kedelai menjadi tempe sebagai produk unggulan warga.


Mini Kidi--

Koordinator Olahan Tempe RUSA, Muhamad Nur Kholik, menjelaskan pada awal pembentukan seluruh anggota yang merupakan ibu rumah tangga belum pernah membuat tempe.

“Ibu-ibu tersebut belum pernah sama sekali membuat tempe. Kami beri pelatihan dua sampai tiga kali, langsung praktik, dan alhamdulillah hari pertama langsung sukses,” ujar Nur Kholik.

BACA JUGA:Hidupkan Semangat Kampung Pancasila, Warga RT 02 Mrutu Kalianyar Konsisten Ngeronda Lewat Jogo Kampung

Menurutnya, proses pembuatan tempe memiliki risiko kegagalan tinggi karena dipengaruhi faktor kebersihan, teknik peragian, dan suhu ruangan.

“Ada proses perendaman selama 36 jam yang harus terukur. Mulai dari pencucian, perebusan, hingga pengemasan, semua tahapannya teliti,” tambahnya.

Saat ini, kelompok RUSA memproduksi tempe kemasan 250 gram dengan harga Rp5.000 per bungkus dan seluruh produksi selalu habis terjual.

BACA JUGA:Eksistensi Kampung Lontong Wonokusumo Surabaya dari Produksi Rumahan hingga Festival Tahunan

Selain itu, kegiatan produksi tempe menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga di lingkungan setempat.

“Bukan hanya masalah hasil produk, tapi keguyuban warga itu tambah lengkap karena mereka sering kumpul dan bercanda saat proses pembuatan. Yang tadinya cuma bisa beli, sekarang bangga bisa buat sendiri,” kata Nur Kholik.

BACA JUGA:Tilik Kampung Lumpia Ngaglik Kuburan, Penyuplai Utama Jajanan Stadion GBT Merambah Pasar Profesional

Nur Kholik menambahkan, keuntungan penjualan selama lebih dari satu tahun tidak dibagikan secara pribadi, melainkan dimasukkan ke kas kelompok.

Menurutnya, potensi tempe RUSA telah dilirik pasar lebih luas, namun proses produksi yang memerlukan waktu sekitar empat hari membuat kelompok belum berani menjalin kerja sama skala besar.

“Ibu-ibu khawatir tidak mampu memenuhi kontrak rutin karena kesibukan masing-masing. Tapi secara kualitas, kita sangat siap bersaing,” tutup Nur Kholik. (yat)

 

Sumber: