HPN 2026

Adi Sutarwijono Tutup Usia, Ketua DPRD Surabaya Dikenang sebagai Sosok Pengayom

Adi Sutarwijono Tutup Usia, Ketua DPRD Surabaya Dikenang sebagai Sosok Pengayom

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono semasa hidup.-Arif Alfiansyah-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono meninggal dunia pada usia 57 tahun dan dikenang sebagai sosok pengayom lintas kalangan, Selasa 10 Februari 2026.

BACA JUGA:Kabar Duka, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Tutup Usia

Kabar duka tersebut meninggalkan rasa kehilangan mendalam, tidak hanya di lingkungan legislatif DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso, tetapi juga bagi keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya.


Mini Kidi--

Adi Sutarwijono yang akrab disapa Cak Awi dikenang bukan sekadar sebagai pemimpin politik, melainkan figur “Bapak” yang sabar, mengayomi, dan mampu merangkul berbagai kalangan di tengah dinamika politik kota.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, H Budi Leksono, SH, mengungkapkan kesedihan mendalam atas berpulangnya rekan seperjuangannya tersebut dan menyebut almarhum sebagai teladan yang konsisten membawa keteduhan.

BACA JUGA:Blusukan ke Lakarsantri, Adi Sutarwijono Kunjungi Pemohon Rutilahu dan Bantu Kursi Roda Warga Sakit

“Kami sangat kehilangan. Beliau adalah sosok pengayom dan penyabar. Mulai dari kami bersama di kepengurusan DPC, pernah satu komisi, hingga menjabat Ketua DPRD, beliau selalu menunjukkan kepemimpinan yang merangkul,” ujar Budi kepada Memorandum.

Menurut Buleks, sapaan akrab Budi Leksono, gaya kepemimpinan Adi Sutarwijono di DPRD Surabaya sangat khas karena selalu mengedepankan kenyamanan dan stabilitas parlemen.

BACA JUGA:Tegaskan Integritas, Ketua DPRD Surabaya Buktikan Diri Bebas Narkoba Melalui Tes Urine di BNN

“Sebagai Ketua DPRD, beliau mampu menjaga harmonisasi antaranggota dewan. Kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada suasana kondusif dan nyaman, sehingga harmonisasi di DPRD Surabaya benar-benar terjaga selama kepemimpinan beliau,” tambahnya.

Di internal partai, Budi yang juga menjabat Wakil Kepala Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mengenang Adi sebagai pribadi egaliter dan terbuka terhadap berbagai masukan.

Almarhum dikenal mudah bergaul serta mau mendengarkan permasalahan, baik dari kader partai maupun masyarakat luas.

“Beliau sangat serawung, mau mendengar keluh kesah dan permasalahan yang ada, serta suka membantu. Bagi beliau, yang terpenting adalah membangun Surabaya secara besar dengan menempatkan nilai kebersamaan dan pengayoman di atas segala perbedaan,” jelasnya.

Sumber:

Berita Terkait