Surabaya, memorandum.co.id - DPRD Kota Surabaya mengatakan bahwa penegakan Peraturan Walikota (Perwali) No 67 Tahun 2020, tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam rangka pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya belum membuahkan hasil yang signifikan. "Kalau kita lihat dari tingkat penyebaran Covid-19 yang semakin banyak dan kenaikan angka kematian yang masih tinggi, maka belum ada hasil signifikannya, masih sama persentasenya dengan sebelum PPKM," tegas Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Ajeng Wira Wati, Senin (1/2/2021). Berdasarkan laporan evaluasi penegakan Perwali 67, terlihat sejauh mana masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dapat bersinergi memberikan efektivitas dalam menekan penyebaran Covid-19. "Walaupun ada sanksi administratif bagi masyarakat dan pelaku usaha selain MBR (masyarakat berpenghasilan rendah, red), tetapi perubahan perilaku masyarakat pada tatanan normal baru masih belum seperti yang kita harapkan. Kita masih perlu mengkaji lagi," ungkap Ajeng. Pihaknya mendorong pemerintah kota untuk terus berupaya memperkuat ketahanan melawan pandemi. Efektivitas fungsi Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo pun harus ditingkatkan. "Pemkot harus lebih gencar lagi, seperti membagikan masker dan memperbanyak sosialisasi. Selain itu, Satgas Wani Jogo dalam Perwali 48 seharusnya masih berjalan di setiap kampung. Jangan sampai di kampung-kampung malah kendor," paparnya. Sebagaimana yang diharapkan, Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo bisa menjadi penguat kedisiplinan warga menuju new normal di Surabaya. "Itu semua perlu tetap ada pengawasan, agar upaya penanggulangan di kampung selaras dengan upaya pemkot," ujar Ajeng. Ajeng yang juga Bendahara Fraksi Partai Gerindra meminta kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan 3M (Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, red) seiring dengan upaya pemkot menekan angka penyebaran Covid-19. "Kami juga meminta kepada masyarakat penyintas Covid-19 untuk Sudi kiranya memberikan donor plasma konvalesen. Mengingat upaya tersebut berpotensi tinggi mengurangi angka kematian," bebernya. Terkait sanksi administratif berupa denda, pihaknya menyebutkan bahwa efek jera dibutuhkan melalui banyak bentuk. Selain denda juga bekerja sosial. Diberlakukannya sanksi administratif lantara perubahan perilaku masyarakat belum terbentuk di Surabaya. "Hal itu dilakukan karena hasil evaluasi masih belum efektif, ya mau tidak mau kita masih memberlakukan itu. Kita masih ada di zona orange terus, kita belum naik ke zona kuning. karena memang perubahan perilaku itu belum dirasakan. kita inginnya masyarakat lebih peduli lagi," pungkas Ajeng. (mg-1/fer)
Dampak Perwali 67/2020 Belum Signifikan
Senin 01-02-2021,19:53 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 30-10-2026,08:53 WIB
Kapolda Jatim Terbitkan Telegram, AKBP Edy Herwiyanto Dimutasi dalam Rangka Diperiksa
Jumat 30-10-2026,10:12 WIB
Cekcok di Jalan Berujung Pembacokan, Pengemudi Mobil di Panjang Jiwo Dihajar Massa hingga Terjun ke Sungai
Jumat 30-10-2026,09:18 WIB
Lestarikan Musik Daerah, Penyanyi Muda Nazmi Nadia Dirikan Bentang Sagara
Jumat 30-10-2026,11:19 WIB
Polisi Dalami Insiden Berdarah di Jembatan Nginden, Sejumlah Saksi Diperiksa di Polrestabes Surabaya
Jumat 30-10-2026,08:39 WIB
Kapolres Mojokerto Kota Sambangi PT Intidragon, Perjuangkan Peluang Kerja bagi Warga
Terkini
Sabtu 31-10-2026,04:09 WIB
Guru SMK Ponorogo Juara 1 Animasi AI Legenda Reog, Berpeluang ke Shanghai Cina
Sabtu 31-10-2026,03:06 WIB
82 Klub Ikuti Lomba Voli Pantai Sumenep 2026, Bupati Achmad Fauzi Buka di Pantai Slopeng
Sabtu 31-10-2026,02:08 WIB
Trans Jatim Koridor 2 Resmi Beroperasi di Malang Raya, Tarif Terintegrasi Dua Jam
Sabtu 31-10-2026,01:08 WIB
73.379 Peserta TKA Jatim Ujian Ulang 30 Oktober 2026 akibat Gangguan Teknis
Sabtu 31-10-2026,00:09 WIB