Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Nenek Samini Berharap Sekolah Rakyat di Sragen Jadi Jalan Cucu Keluar dari Kemiskinan

Nenek Samini Berharap Sekolah Rakyat di Sragen Jadi Jalan Cucu Keluar dari Kemiskinan

Nenek Samini berharap cucunya sukses melalui Sekolah Rakyat di Sragen.--

SRAGEN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Nenek Samini (70), di Sragen berharap cucunya yang bersekolah di Sekolah Rakyat dapat meraih masa depan lebih baik dan memutus rantai kemiskinan keluarga, Selasa 21 April 2026.

Di usianya yang tak lagi muda dan di tengah kondisi ekonomi yang penuh keterbatasan, nenek Samini hanya memiliki satu harapan.


Mini Kidi Wipes.--

Yaitu cucunya yang kini bersekolah di Sekolah Rakyat dapat tumbuh menjadi anak yang pintar dan sukses.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen tidak hanya memberi Hendi Saputro, cucu nenek Samini, harapan untuk meraih cita-citanya.

Tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kakek dan neneknya untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarga mereka.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat Gratis Selamatkan Pendidikan Rafika di Sragen Setelah Ditinggal Orang Tua

“Saya senang cucu saya sekolah di Sekolah Rakyat. Supaya anaknya pintar, supaya sukses, supaya tidak seperti nenek, kakeknya dan ayahnya. Supaya kehidupannya ke depan menjadi baik,” harap nenek Samini.

Hendi yang saat ini duduk di bangku kelas 7 SMP memang menempuh jalan hidup yang terjal.

Setelah ditinggal ibunya yang wafat karena COVID-19, ayah Hendi terserang stroke yang membuatnya tidak lagi bisa bekerja mencari nafkah bagi keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, Samini dan Patmo Suwito (76), nenek dan kakek Hendi, menjadi sosok yang menggantikan peran orang tua sekaligus tulang punggung keluarga.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Di usia senja, ketika seharusnya menikmati masa tua, keduanya justru masih berjuang mencari sisa-sisa karet untuk dijual ke pabrik seharga Rp 5.000 per kilogram.

Dalam sehari, Samini dan Patmo hanya mampu mengumpulkan sekitar 10 kilogram.

Dengan pendapatan kurang lebih Rp 50.000 per hari.

Dari penghasilan itulah Samini harus memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

BACA JUGA:Hendi Pelajar Sragen yang Kembali Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat Usai Bekerja di Bengkel

Membiayai ayah Hendi yang sakit stroke.

Hingga memberi uang jajan untuk Hendi dan adiknya.

Di tengah situasi ekonomi yang berat itu, Hendi pun sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Bahkan bekerja di bengkel untuk membantu kebutuhan keluarga.

BACA JUGA:Peringati Hari Kartini, MBG di SDN 2 Barukan Klaten Disajikan Prasmanan

Kini, setelah bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, pendidikan dan kehidupan Hendi di asrama lebih terjamin.

Ia mendapatkan seragam lengkap secara gratis, fasilitas belajar, serta makan bergizi tiga kali sehari.

“Cucu saya diberi fasilitas komplit, saya tidak mengeluarkan sepeser pun,” kata nenek Samini.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Jatim 22 April 2026 Hujan Ringan Mendominasi

Tak hanya Hendi yang menerima manfaat, kakek dan neneknya juga memperoleh dukungan berupa dua ekor kambing dari pemerintah.

Sebagai upaya membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

“Saya bersyukur sekali, cucu saya ditolong pemerintah. Bapak Presiden Prabowo, saya senang sekali, Pak. Semoga cucu saya jadi orang sukses kedepannya, Pak,” imbuh Samini.

BACA JUGA:Polri Serahkan 378 Unit Rumah Subsidi di Sultra, Dukung Program 3 Juta Rumah

Kementerian Sosial selaku pihak yang diberikan mandat oleh Presiden Prabowo untuk menjalankan program ini terus berkomitmen.

Agar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Tetapi juga menjadi ruang untuk membangun mimpi, harapan, dan masa depan yang lebih baik. (–)

 
 

Sumber: