Petani Sayur Boyolali Tersenyum Berkat MBG Permintaan Naik Harga Meningkat
Petani sayur di Boyolali merasakan peningkatan permintaan dan harga berkat program MBG.--
BOYOLALI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Program Makan Bergizi Gratis di Boyolali mendorong peningkatan permintaan dan harga komoditas sayur sehingga pendapatan petani naik, Selasa 21 April 2026.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak positif bagi petani sayur di Boyolali, Jawa Tengah.

Mini Kidi Wipes.--
Peningkatan permintaan pasar dan kenaikan harga komoditas membuat para petani kini merasakan perbaikan pendapatan sekaligus tumbuhnya kembali semangat bertani.
Eko, petani sayur di kawasan Selo, Boyolali, mengungkapkan bahwa program MBG memberikan pengaruh nyata terhadap hasil pertaniannya.
Ia menanam berbagai komoditas seperti brokoli dan bawang merah yang kini semakin banyak dibutuhkan pasar.
BACA JUGA:Program MBG Presiden Prabowo Sukses Dongkrak Pendapatan Petani Boyolali Hingga 60 Persen
“Ya Alhamdulillah adanya program MBG itu sangat berpengaruh bagi petani. Permintaan pasarnya tinggi sekarang. Harganya juga sekarang lumayan bagus. Untuk permintaan ke brokoli sendiri sekarang lumayan tinggi mas. Jadinya petani lebih semangat untuk bertani,” ujarnya.
Menurut Eko, kondisi ini membuat petani lebih optimistis karena hasil panen tidak lagi sulit terserap pasar.
Ia juga merasakan adanya peningkatan harga dibandingkan sebelum program MBG berjalan.
BACA JUGA:Harga Sayur Petani Boyolali Lebih Stabil, Dampak Program MBG
“Ya intinya ada peningkatan untuk harganya. Sekarang menjadi lebih baik lagi dari sebelum adanya MBG,” kata Eko.
Hal serupa disampaikan Suwarno, petani sayur lainnya di wilayah Selo, Boyolali.
Ia menilai kehadiran program MBG turut mendorong kenaikan harga hasil pertanian yang sebelumnya cenderung stagnan.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
“Mungkin dengan adanya MBG itu sangat-sangat berdampak mas. Karena apa. Kita selaku petani juga terdampak dengan harga. Harganya itu sebelum ada MBG belum begitu naik. Tapi setelah ada MBG itu ada perkembangan kenaikan harga. Jadi petani itu sangat terasa ada kenaikan harganya gitu,” ujarnya.
Suwarno memperkirakan kenaikan harga yang dirasakan petani berada di kisaran 20 hingga 30 persen, menyesuaikan kondisi pasar.
“Ya kurang lebih sekitar 20 sampai 30 persen itu ada kenaikan. Nanti tinggal disesuaikan dengan pasaran di Induk gitu,” katanya.
Dengan meningkatnya permintaan, lanjut Suwarno, hasil panen petani kini lebih mudah terserap.
BACA JUGA:Produksi Susu Sapi Boyolali Naik Empat Kali Lipat, Suplai Capai 2.000 Liter Per Hari
Baik untuk kebutuhan pasar umum maupun untuk mendukung program MBG.
Kondisi ini membuat para petani kembali bersemangat dalam mengelola lahan dan meningkatkan produksi.
Karena itu, para petani berharap program MBG dapat terus berlanjut agar stabilitas harga dan permintaan tetap terjaga.
“Ya harapannya semoga saja (MBG) bisa berjalan gitu. Itu juga bisa membawa efek kenaikan petani langsung mas. Kita selaku petani ya harapannya (MBG) jangan sampai berhenti gitu aja,” harapnya.
BACA JUGA:Melalui Program Sekolah Rakyat, Anak Pedagang Cilok di Boyolali Punya Harapan Baru
Suwarno juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas program yang dinilai sangat membantu petani.
“Kami selaku petani itu mengucapkan sangat-sangat berterima kasih kepada pemerintah, kepada Bapak Prabowo Presiden Republik Indonesia yang menciptakan program MBG. Pada intinya bisa mengangkat harga sayur dari petani,” ujarnya.
BACA JUGA:Penantian 15 Tahun, Jembatan Sasak di Boyolali Kini Dibangun Jadi Beton
Sebagai orang tua, ia juga merasa terbantu karena program MBG membantu anak cucunya mendapatkan asupan bergizi sekaligus menekan pengeluaran harian.
“Dengan adanya MBG itu bisa mengurangi uang saku untuk tiap harinya. Kami sangat-sangat mengucapkan terima kasih dengan adanya program ini,” ujarnya. (–)
Sumber:






