Prof Mangestuti Agil: Kartini di Era AI, Perempuan Jadi Kunci Perubahan Global
Prof Mangestuti Agil, Guru Besar Fakultas Farmasi UNAIR, memandang Kartini di era AI, yang mana perempuan sebagai penuntun arah zaman. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di tengah derasnya arus globalisasi dan kecanggihan kecerdasan buatan (AI), sosok Raden Ajeng Kartini kembali menemukan relevansinya. Bukan lagi sekadar simbol emansipasi masa lalu, Kartini menjelma menjadi fondasi pemikiran perempuan Indonesia dalam menghadapi dunia yang kian kompleks dan dinamis.

Mini Kidi Wipes.--
Bagi Prof Mangestuti Agil, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR), Kartini masa kini adalah perempuan yang melampaui batas-batas tradisional. Ia bukan hanya hadir sebagai sosok yang berpendidikan tinggi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menjadi penggerak di berbagai lini kehidupan.
"Dunia yang serba AI menuntut perempuan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen gagasan, inovasi, dan solusi," ujar Prof Mangestuti.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Perempuan sebagai Pilar Ketahanan
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, perempuan Indonesia memegang posisi strategis, bukan hanya dalam ruang domestik, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi keluarga. Sebagai pendamping, perempuan adalah mitra sejajar yang mampu berdiskusi dan mengambil keputusan. Sementara sebagai ibu, ia menjadi arsitek utama dalam membentuk generasi masa depan.
"Sebagai ibu, perempuan adalah penentu arah pembentukan generasi menuju Indonesia Emas 2045—generasi yang cerdas, tangguh, berakhlak, dan melek digital," tutur Prof. Mangestuti.
BACA JUGA:Semarakkan Hari Kartini, PKK Pagesangan Penuh Kreasi
Peran ini tidak sederhana. Pendidikan, yang dahulu diperjuangkan Kartini, kini menjadi pintu utama bagi perempuan untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat kapasitas diri.
BACA JUGA:Semangat Kartini di Surabaya, Bunda PAUD Tanamkan Literasi Anak Lewat Dongeng
Etika di Ujung Jempol
Sumber:






