Pemkot Surabaya dan MUI Perketat Pengawasan Narkoba serta Miras Ilegal

Rabu 04-11-2026,15:35 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Fatkhul Aziz

Eri meyakini masa depan generasi muda Surabaya bergantung pada keberhasilan kolaborasi ini.

BACA JUGA:Satpol PP Surabaya Gerebek Toko Bintang Laundry di Jalan Jarak, Sita 20 Botol Miras

"Mari kita bergerak bersama mencegah bahaya narkoba untuk masa depan generasi muda yang lebih baik dan kreatif," tutupnya.

Dari sisi keagamaan, MUI Kota Surabaya memetakan strategi edukasi berbasis wilayah. Penyuluhan anti-narkoba disebar merata hingga tingkat akar rumput.

Ketua Umum MUI Kota Surabaya KH. Muhaimin Ali menyatakan pembagian wilayah sosialisasi dilakukan secara terstruktur.

BACA JUGA:Satpol PP Surabaya Gerebek Toko Bintang Laundry di Jalan Jarak, Sita 20 Botol Miras

"Terkait pencegahan narkoba ini, kami akan meneruskan sosialisasi secara lebih merata per wilayah seperti Surabaya Barat, Timur, Selatan, dan Utara," beber Muhaimin.

Tiap zonasi wilayah memuat jangkauan lima hingga tujuh kecamatan.

"Sehingga daya serap peserta dan imbasnya bisa jauh lebih besar," katanya.

Model pendekatan terstruktur ini diyakini mampu menembus seluruh lapisan warga.

BACA JUGA:Langgar Surat Edaran Pemkot Surabaya, Toko Miras di Genteng Kepergok Jual Eceran

"Kalau penanganannya dilakukan terstruktur dari wilayah turun ke kecamatan hingga kelurahan, pesan edukasi ini benar-benar bisa meresap ke semua lapisan masyarakat," urai Muhaimin.

Menjelang bulan suci Ramadan, terobosan baru siap diluncurkan.

MUI Kota Surabaya bakal menggandeng Pemkot Surabaya, BNN, dan Polrestabes Surabaya untuk mengerahkan mubalig serta khatib.

BACA JUGA:Toko Miras Disegel dan Warung Remang-Remang Kalimas Baru Digerebek, Puluhan Botol Disita Petugas

Para penceramah disiapkan membawa panduan khusus terkait bahaya laten narkoba. Materi pencegahan disampaikan rutin saat ceramah umum maupun kultum tarawih di masjid dan musala.

Kategori :