iklan ulta memorandum

Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat

Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat

-Ilustrasi-

Sepulang pertemuan, Tete gelisah membayangkan Nadia kembali agar hidupnya lebih mapan dan bebas dari keruwetan rumah tangga. 

Namun, Tete lupa bahwa Nadia bukan pelarian dari ketidakpuasannya, dan Rani bukan beban atas kegagalannya. 

BACA JUGA:Rumput Tetangga Lebih Hijau (1): Terperangkap dalam Bayang-Bayang Nadia

Malam harinya, Rani menemukan ponsel Tete yang tertinggal di meja makan. Sebuah pesan dari Nadia muncul:


Mini kidi--

“Te, aku sudah bilang. Jangan hubungi aku dengan maksud seperti itu lagi. Selesaikan dulu persoalanmu dengan dirimu sendiri dan keluargamu.”

Rani membeku. Satu pesan itu mengungkap mengapa suaminya kerap mencela dan mengabaikannya. Saat Tete kembali, Rani langsung menuntut penjelasan.

“Mas, Nadia itu siapa?”

“Teman lama.”

“Mantanmu?”

BACA JUGA:Rumput Tetangga Lebih Hijau (2): Membakar Bahtera Demi Mengejar Ilusi Masa Lalu

Tete terdiam, membuat Rani menangis karena harga dirinya hancur.

“Kamu masih cinta sama dia?”

“Gak usah berlebihan.”

Sumber:

Berita Terkait