Simulasi Kebakaran Kapal DLU Sambut Angkutan Nataru

Selasa 03-11-2026,18:47 WIB
Reporter : Oskar Rio
Editor : Novi Triawan

Sarana keselamatan tersebut meliputi APAR, sekoci, rakit penolong, dan sistem komunikasi.

BACA JUGA:PT Teluk Lamong Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Kapal

Sementara itu, kepatuhan terhadap ketentuan muatan diperlukan untuk mencegah kelebihan muatan (overload) maupun pengangkutan barang berbahaya yang tidak sesuai aturan.

Menjelang angkutan Nataru, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendorong operator melakukan latihan keadaan darurat (emergency drill), uji petik mandiri (seal inspection), serta pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check) secara berkala.

Direktur Utama PT DLU Erwin H. Poedjono mengatakan, keselamatan pelayaran merupakan aspek fundamental dalam mendukung konektivitas nasional.

Karena itu, Pelabuhan Tanjung Perak dijadikan proyek percontohan (pilot project) pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan barang berbahaya.

BACA JUGA:KMP Batumandi Terbakar di Perairan Merak Cilegon, Seluruh Penumpang Selamat Dievakuasi

Ia mengingatkan perusahaan ekspedisi agar mematuhi ketentuan International Maritime Dangerous Goods (IMDG) dalam pengangkutan barang berbahaya.

Bahan mudah terbakar, gas bertekanan, dan bahan kimia harus dinyatakan secara benar sejak awal untuk memastikan penanganan sesuai prosedur.

Dari sisi operasional, Erwin memastikan armada DLU memenuhi standar keselamatan berdasarkan regulasi Safety of Life at Sea (SOLAS) serta ketentuan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Pengawasan perjalanan kapal juga diperkuat melalui pusat kendali operasional selama 24 jam, pemantauan CCTV, pelaksanaan program Safety Day secara berkala, serta keterlibatan personel keamanan tambahan dari TNI dan Polri.


Mini kidi--

Anggota Badan Legislasi DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, regulasi Organisasi Maritim Internasional (IMO), dan International Safety Management Code (ISM Code).

BACA JUGA:Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMPN 15 Surabaya

"Kita sangat mengharapkan transportasi ini bisa menuju zero accident dan zero korban. Keselamatan itu adalah harga diri dan harga mati, tidak bisa ditoleransi," tegasnya.

Kepala KSOP Tanjung Perak Lollan Andy Sutomo Panjaitan turut menegaskan pentingnya komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan keselamatan pelayaran.

Kategori :