BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Genjot Pembangunan Infrastruktur, Jalan Kepuh Anyar–Ngimbangan Dilebarkan
Mulyadi mengaku bangga karena MajaCraft dikembangkan dari Desa Jatipasar. Ia berharap produk unggulan desa, seperti patung, batik, dan gentong Jatipasar, semakin dikenal hingga pasar internasional.
"Sebagai Kepala Desa Jatipasar, saya tentu bangga MajaCraft lahir dari desa kami. Saya berharap melalui platform ini, produk unggulan seperti patung, batik, dan gentong Jatipasar semakin dikenal, tidak hanya di Mojokerto, tetapi juga di berbagai daerah, bahkan hingga pasar internasional," lanjutnya.
Ia menilai pemanfaatan teknologi digital dapat membantu perajin memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membuka peluang bertemu calon pembeli baru.
Atas nama Pemerintah Desa Jatipasar, Mulyadi juga menyatakan kesiapan membangun kolaborasi dengan MajaCraft untuk mengembangkan potensi seni, kerajinan, dan UMKM setempat.
"Pemdes Jatipasar siap membuka ruang kolaborasi. Kita bisa memulainya dengan mendata produk unggulan desa, mengajak para perajin bergabung di MajaCraft, serta melakukan promosi bersama," ujarnya.
"Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada peluncuran, tetapi berlanjut menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para perajin," sambungnya.
Mulyadi mengibaratkan peran MajaCraft sebagai upaya menyatukan potensi Nusantara melalui ekonomi kreatif berbasis digital.
"Kalau Gajah Mada menyatukan Nusantara melalui jalur politik, MajaCraft diharapkan dapat menyatukan potensi Nusantara melalui ekonomi kreatif dalam sebuah platform digital," paparnya.
BACA JUGA:Museum Majapahit Mulai Dibangun, 88 Ribu Artefak Disiapkan untuk Dipamerkan
Ia berharap kehadiran MajaCraft dapat menjadi salah satu sarana menjaga warisan budaya Majapahit sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat yang terus mengembangkan keterampilan dan kreativitasnya.
Peluncuran MajaCraft di Desa Jatipasar menjadi langkah awal pengembangan jejaring antara pelukis, perajin, galeri, komunitas, pemerintah, dan pelaku ekonomi kreatif.
"Melalui kolaborasi tersebut, karya lokal diharapkan memperoleh ruang pemasaran lebih luas sekaligus tetap mempertahankan karakter dan nilai budaya yang melekat di dalamnya," pungkasnya.