MajaCraft Diluncurkan di Trowulan, Buka Pasar Digital bagi Pelukis dan Perajin

Senin 02-11-2026,18:26 WIB
Reporter : Muhammad Yusuf
Editor : Endradi

BACA JUGA:Pemkab Mojokerto Serahkan Bantuan Alsintan kepada 104 Kelompok Tani

MajaCraft turut menyediakan fasilitas pengelolaan produk dan informasi ketersediaan barang. Pengguna dapat memperbarui informasi penawaran, termasuk status produk apabila telah terjual.

Pendaftaran pengguna dan penerbitan Sertifikat Kepemilikan Digital juga disediakan tanpa biaya. Sertifikat tersebut menjadi salah satu fasilitas yang didukung teknologi blockchain untuk mencatat data identitas karya secara digital dalam sistem MajaCraft.

Dokumen tersebut memuat informasi mengenai karya dan pemiliknya berdasarkan data yang didaftarkan. Pemanfaatan blockchain diharapkan mendukung dokumentasi serta penelusuran informasi identitas karya dalam ekosistem digital MajaCraft.

BACA JUGA:Siaga Karhutla, Pemkab Mojokerto Luncurkan Mojokerto Tangguh Rek dan Mojo Mandala

Tim MajaCraft menegaskan, sertifikat tersebut bukan sertifikat hak cipta, bukan bukti pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari pemerintah, dan bukan dokumen resmi yang diterbitkan lembaga pemerintah.

Melalui demonstrasi langsung, peserta diperlihatkan cara menampilkan profil pelukis, memasukkan informasi produk kerajinan, mengelola etalase, serta mengenali fasilitas sertifikat digital yang tersedia.

Dukungan terhadap pengembangan MajaCraft juga datang dari komunitas pelukis. Ketua Komunitas Pelukis Galeri Celurit Emas M. Hoiri Hidayat atau Kak Herry mengungkapkan, dirinya telah lama memiliki keinginan membangun galeri lukis berbasis digital.

"Pertemuan dengan MajaCraft pada awal Agustus 2026, bertepatan dengan pembukaan Pameran Lukisan Nasional bertajuk Warna dan Keberagaman Budaya Dalam Kanvas di Plasa Marina Surabaya, menjadi awal kolaborasi kedua pihak," ungkapnya.

BACA JUGA:Melalui SIINas, Pemkab Mojokerto Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

Menurut Kak Herry, MajaCraft membawa misi yang sejalan dengan gagasannya untuk memperluas ruang apresiasi dan pemasaran karya pelukis melalui platform daring.

"Kami menyambut terbuka kehadiran MajaCraft dan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan platform tersebut," ujarnya.

Hingga peluncuran berlangsung, sekitar 50 karya lukis anggota komunitas Galeri Celurit Emas telah ditampilkan di MajaCraft.

"Kami berharap jumlah karya yang bergabung terus bertambah sehingga semakin banyak pelukis memperoleh kesempatan memperkenalkan hasil kreasinya kepada masyarakat luas," tukas Herry.

Sementara itu, Kepala Desa Jatipasar Mulyadi menyambut positif kehadiran MajaCraft yang lahir dari wilayahnya. Ia berharap platform tersebut dapat membuka peluang pemasaran lebih luas bagi produk unggulan desa.

"Desa Jatipasar memiliki sejumlah potensi kerajinan, antara lain patung, batik, dan gentong Jatipasar. Produk-produk tersebut memiliki karakter khas serta nilai budaya yang berkaitan erat dengan identitas masyarakat di kawasan Trowulan, yang dikenal sebagai Bumi Majapahit," ungkapnya.

Kategori :