MajaCraft Diluncurkan di Trowulan, Buka Pasar Digital bagi Pelukis dan Perajin
Founder MajaCraft bersama perwakilan komunitas dan Kepala Desa Jatipasar saat peluncuran MajaCraft di atas panggung.--
MOJOKERTO, MEMORANDUM.CO.ID - Platform marketplace digital MajaCraft resmi diluncurkan di Sekretariat MajaCraft, Dusun Wringinlawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu 1 November 2026, guna memperluas pemasaran karya seni dan kerajinan lokal.
Kehadiran platform tersebut diharapkan membuka peluang pemasaran lebih luas bagi pelukis, perajin, dan pelaku ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital.
Peresmian MajaCraft ditandai prosesi simbolis yang melibatkan Founder MajaCraft Angga Adrianto, Ketua Komunitas Pelukis Galeri Celurit Emas M. Hoiri Hidayat atau Kak Herry, Hendra dari Divisi Teknik MajaCraft, serta Kepala Desa Jatipasar Mulyadi.
BACA JUGA:MajaCraft, Marketplace Digital untuk Perajin dan Seniman Nusantara
Keempatnya secara bersamaan menempelkan telapak tangan kanan pada layar lebar sebagai simbol dimulainya operasional MajaCraft. Prosesi tersebut disaksikan sejumlah pelukis Mojokerto, di antaranya Priyok Dinasti, Denny Aryanto, Syahroni, Suparman, Edy Roda, dan Samsul Hadi Prawiro. Hadir pula budayawan, seniman, perajin, pelaku ekonomi kreatif, serta tamu undangan lainnya.
Divisi Teknik MajaCraft Hendra menjelaskan, platform tersebut lahir dari gagasan menyediakan ruang digital bagi pelukis, perajin, dan pelaku seni agar karya mereka dikenal lebih luas tanpa kehilangan identitas, karakter, maupun nilai yang melekat.

Mini kidi--
Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan karya dengan calon penikmat maupun pembeli. Namun, pemanfaatannya tetap perlu ditopang kepercayaan, keterbukaan, serta penghargaan terhadap proses kreatif para pembuat karya.
"Namun keberadaan platform digital tetap perlu ditopang dengan kepercayaan, keterbukaan, serta penghargaan terhadap proses kreatif para pembuat karya," jelasnya.
Hendra menegaskan, MajaCraft tidak dimaksudkan untuk menggantikan keberadaan galeri, komunitas, maupun pameran seni yang selama ini telah berkembang. Sebaliknya, platform tersebut diharapkan menjadi sarana tambahan untuk melengkapi ekosistem seni dan kerajinan.
"Akan tetapi platform ini justru diharapkan menjadi sarana tambahan yang melengkapi ekosistem seni dan kerajinan," tegasnya.
Dalam sesi pengenalan, tim MajaCraft memaparkan sejumlah fasilitas platform, mulai pembuatan akun, pengelolaan profil pelukis dan perajin, penayangan produk, hingga mekanisme transaksi.
Melalui fasilitas profil pengguna, pelukis dan perajin dapat memperkenalkan identitas serta aktivitas kreatif mereka. Sementara etalase digital memungkinkan pengguna menampilkan karya atau produk lengkap dengan foto, nama karya, deskripsi, bahan, ukuran, dan harga.
Sumber:








