SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kurang tidur menjadi kebiasaan yang semakin sering terjadi, terutama di kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda. Padatnya aktivitas, penggunaan gawai hingga larut malam, serta kebiasaan begadang membuat waktu istirahat kerap terabaikan.
Padahal, tidur memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak, termasuk kemampuan berkonsentrasi, mengingat informasi, dan mengambil keputusan.
Mini kidi--
Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam agar fungsi kognitif tetap optimal. Ketika waktu tidur berkurang, kewaspadaan dapat menurun sehingga seseorang lebih mudah kehilangan fokus saat menjalankan aktivitas.
BACA JUGA:Kurang Tidur Akibat Begadang? Ini Dampaknya bagi Tubuh dan Fokus
Mengapa Kurang Tidur Mengganggu Konsentrasi?
Saat tidur, otak tetap bekerja memproses informasi yang diperoleh sepanjang hari sekaligus memperkuat memori. Ketika waktu tidur tidak mencukupi, proses tersebut dapat terganggu.
Dampaknya dapat dirasakan saat seseorang belajar maupun bekerja. Konsentrasi menjadi lebih sulit dipertahankan, informasi yang baru diterima lebih mudah terlupakan, waktu reaksi melambat, dan kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat meningkat.
BACA JUGA:Wajah Kusam karena Kurang Tidur? Ini Tips Glowing Kilat H-3 Lebaran
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas serta prestasi akademik.
Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Tidur
Kurang tidur tidak selalu ditandai dengan rasa mengantuk sepanjang hari. Beberapa tanda dapat muncul dalam aktivitas sehari-hari.
a. Sulit fokus
Perhatian lebih mudah teralihkan ketika belajar, bekerja, atau melakukan aktivitas lainnya.
b. Sering mengantuk