Habis Turun Gunung Jangan Langsung Nyetir, Microsleep Bisa Mengintai
Microsleep dapat terjadi ketika pendaki memaksakan diri beraktivitas berat setelah mendaki.--Sumber: amanat.id
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pendaki yang langsung menyetir setelah turun gunung berisiko mengalami microsleep akibat kelelahan dan kurang tidur.
Setelah menyelesaikan pendakian, sebagian orang langsung melanjutkan perjalanan pulang karena ingin segera sampai rumah.

Mini kidi--
Padahal, tubuh biasanya masih dalam kondisi lelah setelah berjam-jam berjalan dan beraktivitas di gunung.
BACA JUGA:Microsleep Picu Xenia Rombongan Pemudik Asal Gresik Hantam Pohon di Gudo Jombang, 6 Luka-luka
Jika perjalanan pulang dilakukan dengan kendaraan, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena kelelahan dapat memengaruhi konsentrasi dan kewaspadaan pengemudi.
Kelelahan ditambah waktu tidur yang kurang dapat menurunkan konsentrasi saat berkendara.
Salah satu risiko yang dapat muncul adalah microsleep, yaitu episode tidur yang berlangsung sangat singkat dan dapat terjadi tanpa disadari.
BACA JUGA:Bukan Kopi, Cara Cepat Lawan Microsleep Ternyata Cukup Mengunyah Permen
Kondisi tersebut bisa berlangsung hanya beberapa detik, tetapi cukup untuk membuat pengemudi kehilangan kendali terhadap kendaraan.
Pendaki bisa saja merasa masih sanggup menyetir karena perjalanan pulang baru dimulai.
Namun, rasa lelah dapat semakin terasa setelah beberapa waktu berada di jalan.
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain sulit mempertahankan fokus, sering menguap, kelopak mata terasa berat, sulit menjaga kepala tetap tegak, hingga pikiran mulai melayang.
BACA JUGA:Sopir Alami Microsleep, HRV Terbalik Setelah Tabrak Pembatas Jalan Darmo Kali Surabaya
Sumber:







