Kaffa kemudian pulang sekitar pukul 09.15 WIB. Pihak sekolah mengaku tidak melihat adanya sesuatu yang berbeda dari aktivitas Kaffa pada hari tersebut.
"Tidak ada apa-apa sama sekali," ujarnya.
Kepala sekolah mengaku interaksinya dengan Kaffa lebih sering terjadi ketika siswa tersebut berada di area depan ruang kepala sekolah. Karena harus mengawasi siswa kelas 1 hingga kelas 6, ia mengaku tidak langsung hafal seluruh nama siswa.
"Saya biasanya tanya, 'Makan bekal apa, Nak? Kelas berapa?' Kadang dia jawab kelas 1. Saya tanya kelas 1-nya siapa, dia jawab Bu Gris. Baru saya tanya namanya, 'Kaffa'. Dari situ saya tahu, oh Kaffa yang itu," ungkapnya.
Ia menggambarkan Kaffa sebagai anak yang tidak pecicilan dan tidak membuat masalah di lingkungan sekolah.
Kabar meninggalnya Kaffa akibat kecelakaan pertama kali diterima pihak sekolah dari informasi yang dibagikan wali murid di grup.
Karena tidak ingin berspekulasi mengenai identitas korban, pihak sekolah kemudian meminta salah seorang tenaga sekolah, Yono, untuk memastikan langsung ke lokasi kejadian.
"Awalnya wali murid yang membagikan informasi ke salah satu wali kelas. Setelah itu wali kelas menghubungi. Karena takut salah, saya minta Pak Yono yang rumahnya dekat sekolah untuk memastikan ke TKP," katanya.
Pak Yono kemudian mendatangi lokasi dan berada di sana hingga sekitar tengah malam. Dari hasil pengecekan tersebut, akhirnya dipastikan bahwa korban merupakan siswa SDN Petemon XIII.
"Pak Yono ke sana dan katanya sampai sekitar pukul 12 malam. Setelah dikonfirmasi, ternyata memang benar murid kita," jelasnya.
Gempur Rokok Illegal--
Setelah memperoleh kepastian, pihak sekolah langsung melakukan respons dengan mengimbau guru yang rumahnya berada di sekitar lokasi maupun yang memungkinkan untuk mendatangi rumah duka.
Pihak sekolah kemudian mendapat informasi bahwa rumah duka berada di kawasan Simomagerejo. Sekolah selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Surabaya terkait kabar duka tersebut.
"Kami melakukan fast response untuk melapor ke pihak dinas pendidikan. Saya melaporkan ke bagian kesiswaan dan alhamdulillah langsung mendapat respons," pungkasnya.
Kaffa diketahui baru menjadi siswa SDN Petemon XIII pada Juli 2026. Baru beberapa bulan mengenal lingkungan sekolah, kepergiannya meninggalkan duka bagi para guru dan teman-temannya.