Aksi Humanis Dokkes Polresta Malang Kota pada Unjuk Rasa Hari Tani
Personel Dokkes Polresta Malang Kota memberikan pelayanan kesehatan saat unjuk rasa.--
MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dokkes Polresta MALANG Kota memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta unjuk rasa Hari Tani Nasional 2026 di depan Gedung DPRD Kota MALANG, Jumat 25 September 2026.
Pelayanan kesehatan diberikan personel Sie Dokkes Polresta Malang Kota saat berlangsung teatrikal dalam rangkaian penyampaian pendapat di muka umum.
Seorang mahasiswi mengalami luka setelah terkena api dari flyer yang dinyalakan saat penyampaian pendapat.
Personel Sie Dokkes Polresta Malang Kota, Lusiana, kemudian memberikan pertolongan dengan melakukan penanganan ringan dan mengoleskan salep pada bagian yang mengalami luka.
“Setelah terkena api saat teatrikal, kami langsung memberikan pertolongan dengan mengoleskan salep pada bagian yang terluka,” terang Lusiana saat dikonfirmasi, Jumat 25 September 2026.
BACA JUGA:Cetak Prestasi Nasional, Polresta Malang Kota Raih Kompolnas Awards 2026

Mini kidi--
Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya personel Polresta Malang Kota dalam pengamanan untuk memastikan peserta mendapatkan pertolongan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Melalui pengamanan dan pelayanan yang diberikan, Polresta Malang Kota turut memastikan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung secara tertib, aman, dan tetap memperhatikan keselamatan seluruh peserta maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari Aliansi mahasiswa Resah (AMARAH) Brawijaya menggelar penyampaian pendapat di depan Gedung DPRD Kota Malang.
Memperingati Hari Tani Nasional 2026, mereka mengangkat sejumlah persoalan agraria, mulai dari perlindungan petani, penguasaan tanah, akses pupuk, masyarakat adat hingga kesejahteraan masyarakat pedesaan.
BACA JUGA:Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Polresta Malang Kota Pilih Makan Bersama Ojol

Gempur Rokok Illegal--
Di lokasi, massa menggelar pertunjukan teatrikal yang dilanjutkan dengan penyampaian orasi mengenai persoalan petani yang masih dimarginalkan serta mendorong DPRD mengawal aspirasi masyarakat, baik isu daerah maupun nasional.
Sumber:







