Korban Kebakaran Simorejo Surabaya, Sosok Kaffa Dikenal Pendiam tapi Kritis dan Religius

Senin 14-09-2026,19:14 WIB
Reporter : Oskar Rio
Editor : Endradi

Selain dikenal religius, Kaffa juga disebut memiliki cita-cita sederhana. Berdasarkan cerita keluarga yang didengar GrieZ saat takziah, Kaffa kerap menyimpan uang saku yang diberikan kakek dan neneknya.

"Katanya kalau dapat uang saku dari Mbah Kung dan Mbah Uti mesti disimpan. Katanya untuk berangkat haji," ungkapnya.

BACA JUGA:Obat Nyamuk Listrik Diduga Penyebab Kebakaran Rumah Petemon Surabaya Tewaskan Balita

Kaffa juga disebut memiliki keinginan untuk pergi berkemah dan mendaki Gunung Bromo bersama ibunya. Bahkan, rencana tersebut sempat dibicarakan sebelum Kaffa meninggal dunia.

"Dia ingin naik Gunung Bromo. Katanya ingin camping bersama ibunya," pungkas GrieZ.

Sementara itu, Kepala SDN Petemon XIII, Siti Syamsiah yang akrab disapa Bu Mul, mengenal Kaffa sebagai anak yang gemar membaca buku. Saat istirahat, Kaffa kerap terlihat duduk di area baca di depan ruang kepala sekolah sambil menikmati bekal nasi kuning kesukaannya.

Selama bersekolah, Kaffa tidak menunjukkan perilaku yang menonjol dalam arti negatif. Sebaliknya, siswa yang baru masuk sekolah pada Juli 2026 itu dinilai aktif mengikuti pembelajaran dan mampu menerima materi dengan baik.

"Kalau sehari-harinya saya sering ketemu, Kaffa itu baca buku di sini. Kadang anak-anak makan bekal di depan ruang kepala sekolah, setelah makan biasanya baca buku," ungkapnya.

Menurutnya, sekolah memang menyediakan tempat membaca di area depan ruang kepala sekolah. Kaffa termasuk siswa yang memanfaatkannya saat waktu istirahat.

"Anaknya memang aktif dalam pembelajaran, menerima pembelajaran juga baik. Tidak ada yang kami permasalahkan tentang Kaffa," jelasnya.

BACA JUGA:Kebakaran Rumah di Petemon Surabaya Tewaskan Balita: Korban sedang Tidur

Di luar kegiatan belajar mengajar, Kaffa juga disebut mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya futsal, selain Pramuka yang merupakan kegiatan wajib bagi seluruh siswa.

"Kalau ekstrakurikuler sepertinya futsal. Untuk yang wajib itu Pramuka. Kalau futsal, BTQ, atau tari sifatnya pilihan, anak-anak yang mau silakan ikut," katanya.

Tidak ada tanda-tanda berbeda dari diri Kaffa sebelum kabar duka tersebut diterima pihak sekolah. Pada Jumat, Kaffa masih mengikuti seluruh kegiatan sekolah seperti biasa.

Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama. Setelah itu, para siswa mengikuti kegiatan makan bekal bersama, dilanjutkan pemilahan dan pengumpulan sampah, kemudian kembali mengikuti pembelajaran.

"Seperti biasa. Pagi kita senam bersama, kemudian makan bekal bersama, ada pemilahan dan pengumpulan sampah, lalu pembelajaran seperti biasa," tuturnya.

Kategori :