Korban Kebakaran Simorejo Surabaya, Sosok Kaffa Dikenal Pendiam tapi Kritis dan Religius
Di depan ruang Kepala SDN Petemon XIII inilah, Kaffa biasa memakan bekal dan membaca saat istirahat. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kaffa, siswa SDN Petemon XIII Surabaya, meninggalkan kesan mendalam bagi wali kelas dan teman-temannya sebagai sosok pendiam, kritis, religius, serta gemar membaca buku.
Wali kelas Kaffa, GrieZ, mengungkapkan bahwa korban merupakan salah satu siswa yang memiliki kebiasaan unik ketika mengikuti pembelajaran.
BACA JUGA:Ditinggal Takziah, Dua Bocah Tewas dalam Kebakaran Rumah di Simorejo Surabaya
Ia kerap memastikan pekerjaannya benar sebelum melanjutkan ke tugas berikutnya.

Mini kidi--
"Anaknya kritis. Kalau menulis, kalau belum selesai biasanya bertanya. 'Bu, betul ya tulisannya?' atau 'Bu, jawabannya betul?'" ungkap GrieZ saat ditemui Memorandum di SDN Petemon XIII, Senin 14 September 2026.
Menurutnya, Kaffa memang cenderung pendiam ketika berada di kelas. Namun, kemampuan akademiknya cukup baik. Ia mampu mengikuti pelajaran menulis, dikte, maupun berhitung dengan lancar.
"Kalau dikte dia bisa semua. Berhitung juga bisa. Misalnya saya tes angka, dia bisa langsung tahu kalau ada angka yang belum disebut," ujarnya.
Dari 27 siswa dalam satu kelas, GrieZ menyebut Kaffa juga memiliki kebiasaan yang tidak dimiliki siswa lainnya, terutama saat bersalaman dengan guru.
"Enggak ada satu kelas itu yang salimnya seperti Kaffa. Kalau salim, tangan saya mesti dicium. Tangannya dia dua, kemudian tangan saya diangkat. Seperti anak yang mau mencari berkah dari guru," katanya.
BACA JUGA:Gerak Cepat Datangi TKP, Polsek Krian Bersama Warga Padamkan Kebakaran Warkop dan Kios Mebel Kayu
Sikap santun Kaffa juga terlihat dari caranya berkomunikasi. Ia disebut tidak biasa menatap langsung lawan bicaranya ketika berbicara dan lebih sering menundukkan pandangan.
"Kalau ngomong, dia enggak pernah melihat orangnya. Kalau saya tanya, 'Kaffa, PR-nya sudah?' Dia jawab, 'Sudah Bu, tadi malam dikerjakan,' tapi pandangannya tetap ke bawah," jelas GrieZ.
Kebiasaan tersebut, lanjutnya, berkaitan dengan pemahaman keagamaan Kaffa yang dinilai cukup kuat untuk anak seusianya.
Sumber:







