pupuk
iklan ulta memorandum

Rentetan Kecelakaan Kapal, Pakar ITS Ingatkan Pentingnya Cek Kelaikan Laut

Rentetan Kecelakaan Kapal, Pakar ITS Ingatkan Pentingnya Cek Kelaikan Laut

Proses evakuasi penyelamatan korban kecelakaan kapal oleh tim Basarnas Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Rentetan kecelakaan kapal menjadi perhatian terhadap keselamatan pelayaran, dengan 32 kejadian kecelakaan kapal ditangani Kantor SAR Kelas A SURABAYA sepanjang Januari hingga Agustus 2026 yang melibatkan 298 korban.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 270 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, 22 orang dinyatakan meninggal dunia, dan enam lainnya masih berstatus hilang.

"Angka ini perlu menjadi perhatian jika dibandingkan dengan catatan sepanjang 2025. Dalam setahun, kami dari Kantor SAR Kelas A Surabaya menangani 45 kecelakaan kapal dengan 151 orang selamat, 44 meninggal dunia, dan 38 orang dinyatakan hilang," tutur Nanang, dikutip Jumat 25 September 2026.

Data tersebut mencakup berbagai kejadian kedaruratan yang melibatkan sarana transportasi air, mulai kapal laut, perahu nelayan, hingga sarana transportasi di danau dan sungai.

Rentetan insiden tersebut kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan kapal, terutama menyangkut stabilitas dan kelaikan laut.

BACA JUGA:Evakuasi Korban KMP Virgo Diminta Tak Dihentikan


Mini kidi--

Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan Departemen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Eng Dhimas Widhi Handani ST MSc mengatakan, penyebab kecelakaan kapal tidak bisa disamaratakan karena setiap insiden memiliki karakteristik dan kemungkinan penyebab berbeda.

Termasuk kecelakaan KM Virgo Transport 8, yang menurut Dhimas penyebab pastinya harus menunggu hasil investigasi resmi.

"Kalau yang sekarang informasinya kapal terbalik. Kalau kapal tenggelam atau terbalik, biasanya persoalan utamanya berkaitan dengan stabilitas kapal. Tetapi untuk kasus ini, kita masih belum tahu secara pasti dan harus menunggu hasil investigasi resmi," kata Dhimas.

Ia menjelaskan, salah satu aspek yang perlu diperiksa adalah kondisi muatan kapal karena muatan kendaraan atau barang dengan bobot besar dapat memengaruhi stabilitas apabila bergeser ketika kapal mengalami oleng.

"Kalau muatan seperti truk atau kendaraan bergeser, tentu akan memengaruhi stabilitas kapal. Ini salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa," ujarnya.

BACA JUGA:Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Seluruh Rantai Pelayaran Harus Disidik


Gempur Rokok Illegal--

Sumber: