BNPB Gunakan Drone Thermal dan Injeksi Surfaktan Tangani Titik Api Bawah Tanah

Jumat 04-09-2026,20:38 WIB
Reporter : Ahmad Syaiku
Editor : Endradi

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi sumber api di bawah permukaan tanah serta injeksi surfaktan untuk membantu menangani titik api dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat 4 September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, penggunaan drone thermal menjadi salah satu upaya menemukan titik api yang tidak dapat terlihat secara langsung dari permukaan.

“Jadi kami menggunakan hal yang baru saat ini dengan drone thermal yang bisa menemukan nanti titik-titik api di bawah permukaan yang tidak terlihat,” ujar Berton dalam konferensi pers.

BACA JUGA:Polri Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla, Luas Area Terbakar Capai 4.738 Hektare

Selain mendeteksi sumber api, BNPB juga melakukan penanganan terhadap titik api yang berada di bawah tanah dengan injeksi surfaktan. Menurut Berton, metode tersebut membantu air lebih mudah terkumpul di dalam tanah sehingga meningkatkan kelembapan tanah di sekitar titik api.


Mini kidi--

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan karhutla, khususnya untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api yang berada di bawah permukaan dan sulit terdeteksi secara visual.

“Selain itu dilakukan juga injeksi surfaktan pada titik api yang ada di dalam tanah,” katanya.

Menurut Berton, penggunaan surfaktan membantu air meresap dan membasahi tanah di sekitar titik api sehingga dapat membantu proses pemadaman api yang berada di bawah permukaan.

Seiring masih adanya wilayah yang terdampak karhutla, BNPB mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah terdampak, untuk menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

BACA JUGA:Panglima Jilah Tegaskan Masyarakat Adat Bukan Penyebab Karhutla di Kalimantan

Berton juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Salah satunya dengan tidak membakar sampah serta memastikan puntung rokok telah benar-benar padam sebelum dibuang.

Masyarakat yang melakukan kegiatan wisata alam maupun berkemah juga diminta mematuhi ketentuan dan arahan pengelola kawasan.

“Ketika ada warga yang melakukan wisata alam atau camping selalu ikuti arahan pengelola yang berlaku, pengelola wisata tersebut. Jika menyalakan api diperbolehkan di sana atau pemanas, pastikan telah padam sempurna saat meninggalkan lokasi,” jelas Berton.

Menurutnya, langkah pencegahan tersebut penting untuk menghindari munculnya kebakaran baru, khususnya di kawasan wisata alam yang memiliki potensi terdampak karhutla.

Kategori :