Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

Gandeng Alibaba, Kadin Jatim Buka Akses UMKM Surabaya Tembus Pasar Global

Gandeng Alibaba, Kadin Jatim Buka Akses UMKM Surabaya Tembus Pasar Global

Ketua umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto (tengah, kemeja putih) bersama Indonesia Country Manager Alibaba Ryan Liu dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa foto bersama usai workshop dengan para nara sumber acara.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.IDKadin Surabaya dan Kadin Jatim menggandeng Alibaba untuk memberikan edukasi ekspor dan membantu UMKM memperkenalkan produk ke pasar global melalui platform digital di Graha Kadin Jatim.

Kegiatan tersebut dikemas dalam workshop bertema “Bring East Java Products to 200 Countries Worldwide” yang berlangsung pada Rabu 2 September 2026 petang.

BACA JUGA:Kopi Jawa Timur Dibidik Batavia Roast untuk Tembus Pasar Belanda

Indonesia Country Manager Alibaba, Ryan Liu mengatakan, kehadiran Alibaba di Surabaya tidak hanya untuk memperkenalkan platform perdagangan digital, tetapi juga memahami potensi produk lokal dan menyiapkan pelaku usaha agar lebih siap memasuki pasar internasional.


Mini kidi--

Menurutnya, Surabaya memiliki ekosistem usaha yang menarik. Selain pertumbuhan ekonominya yang dinamis, kota ini memiliki beragam produk potensial, mulai dari makanan dan minuman, biji kopi, hingga produk kayu dan furnitur.

“Ketika kami datang ke Surabaya, kesan pertama kami adalah Surabaya merupakan kota yang sangat dinamis dan energik, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Kami juga melihat banyak produk unggulan, seperti makanan dan minuman, biji kopi, produk kayu, hingga furnitur,” kata Ryan.

Ia mengatakan sebagian pelaku usaha di Surabaya bahkan telah berhasil menembus pasar Amerika Serikat dan Eropa. Namun, masih banyak pelaku usaha potensial yang belum memiliki akses atau pengetahuan yang cukup untuk menjangkau pembeli internasional.

BACA JUGA:Kadin Jatim Dorong Regulasi Lebih Efisien, Pelaku Usaha Keluhkan Implementasi KBLI 2025

Karena itu, Alibaba membawa dua agenda utama dalam kunjungannya. Pertama, memberikan pemahaman mengenai pasar global melalui platform Alibaba. Kedua, meluncurkan inisiatif bersama mitra lokal untuk mengembangkan pendidikan ekspor internasional di Surabaya.

“Kami berada di sini untuk melakukan dua hal. Pertama, memahami pasar global melalui Alibaba. Kedua, kami akan meluncurkan inisiatif baru bersama partner untuk mengembangkan pendidikan ekspor internasional di Surabaya dan memperkenalkan produk-produk Surabaya ke pasar global,” ujarnya.

Program tersebut akan melibatkan channel partner yang membantu pelaku usaha mempersiapkan produk agar lebih siap masuk ke pasar internasional. Pendampingan tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap pasar dan kebutuhan pembeli global.

Ryan menjelaskan Alibaba saat ini telah berkembang menjadi salah satu platform business-to-business (B2B) dengan jaringan pasar yang luas. Platform tersebut menghubungkan pemasok dengan pembeli dari berbagai negara dan kawasan.

“Alibaba sebenarnya lahir dari bisnis ekspor. Sejak didirikan pada 1999, Alibaba telah berkembang menjadi platform B2B terkemuka. Saat ini kami menjangkau lebih dari 200 negara dan kawasan, dengan sekitar 50 juta pembeli dan lebih dari 200 ribu pemasok di seluruh dunia,” jelasnya.

Sumber: