Dalam kegiatan TAMATREN, para santri mendapatkan materi mengenai peran pesantren dalam penanggulangan bencana, manajemen kebencanaan, kesiapsiagaan dan mitigasi di lingkungan pesantren, serta pengenalan Taruna Siaga Bencana (Tagana) beserta tugasnya sebagai relawan sosial.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap semakin banyak santri yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kemampuan mitigasi sehingga mampu menjadi bagian dari masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.(war)