Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

P-APBD Situbondo 2026, Mas Rio Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Mitigasi Bencana

P-APBD Situbondo 2026, Mas Rio Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Mitigasi Bencana

Suasana rapat paripurna di Kantor DPRD Situbondo.--

SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemkab Situbondo memprioritaskan perbaikan jalan dan mitigasi bencana dalam P-APBD 2026, karena waktu pengerjaan proyek fisik terbatas, Senin 31 Agustus 2026.

"Selain memprioritaskan perbaikan jalan rusak, namun dalam P-APBD Situbondo Tahun 2026, saya dan Mbak Ulfi juga memprioritaskan mitigasi bencana," ujar Mas Rio, usai rapat paripurna di Kantor DPRD Situbondo.

BACA JUGA:Turun Langsung Jajakan Mangga hingga Besuki, Mas Rio Antar Situbondo Raih Penghargaan Nasional

Menurutnya, pembangunan infrastruktur mengambil porsi cukup besar dalam perubahan APBD kali ini. Fokus utamanya adalah perbaikan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Situbondo.


Mini kidi--

"Memang itu yang paling padat, banyak sekali jalan-jalan. Nanti akan saya umumkan ruas jalan mana saja yang akan diperbaiki," ujar Mas Rio.

Mas Rio menargetkan perbaikan jalan masih sangat rasional untuk dikejar meskipun P-APBD baru disahkan pada akhir September nanti. Hal ini karena pengerjaan proyek jalan relatif singkat, yakni berkisar 40 hari.

"Kalau jalan, meskipun disahkan akhir September, masih mungkin dikejar karena waktu pengerjaannya hanya sekitar 40 hari," tambahnya.

Namun, Mas Rio menegaskan pembangunan fisik berskala besar tidak akan dipaksakan masuk dalam P-APBD karena keterbatasan waktu pengerjaan.

BACA JUGA:Kenalkan Kuliner Lokal, Mas Rio Ajak Mahasiswa Osaka dan AS Makan Nase' Sodu Bareng Ribuan Warga

"Untuk fisik bangunan, saya sudah konsultasikan ke para ahli dan waktunya tidak akan cukup kalau dimulai setelah perubahan ini. Kecuali proyek induk yang sudah berjalan. Kalau untuk perbaikan sekolah skala kecil (mini), itu masih memungkinkan," jelasnya.

Selain infrastruktur jalan, Pemkab Situbondo juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp26,09 miliar sebagai langkah mitigasi bencana. Kebijakan ini diambil berdasarkan pengalaman penanganan banjir bandang sebelumnya yang menyedot anggaran sangat besar.

Berdasarkan estimasi pemerintah daerah, satu kali pemulihan dampak banjir bandang bisa menelan biaya hingga Rp150 miliar.

"Coba bayangkan, di tahun 2026 ini anggaran kita habis hanya untuk mengurusi penanganan dua kali banjir bandang," bebernya.

Sumber: