Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

Doa Saat Menghadapi Masalah Berat untuk Memohon Ketenangan Hati

Doa Saat Menghadapi Masalah Berat untuk Memohon Ketenangan Hati

Orang berdoa saat menghadapi masalah berat menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon ketenangan hati.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Islam mengajarkan doa yang bersumber dari Allquran dan hadis sahih untuk memohon ketenangan hati serta kemudahan ketika menghadapi masalah berat, Sabtu 12 September 2026.

Doa tersebut dapat diamalkan saat dilanda kesedihan, tekanan hidup, maupun berbagai ujian yang terasa berat sebagai ikhtiar spiritual di samping usaha nyata untuk menyelesaikan persoalan.

Alquran menegaskan bahwa setiap ujian berada dalam pengetahuan Allah SWT, sedangkan Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa yang dapat dibaca ketika hati dipenuhi kegelisahan.

Dengan menggabungkan doa, sabar, dan tawakal, seorang Muslim diharapkan mampu menghadapi kesulitan dengan hati yang lebih tenang.

Salah satu ayat yang dapat menjadi penguat ketika menghadapi ujian adalah Surah Al-Baqarah ayat 286.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā.

Artinya, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS Al-Baqarah: 286).

BACA JUGA:6 Tanda Bahagiamu Bergantung pada Orang Lain


Mini kidi--

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa tidak ada ujian yang diberikan Allah SWT di luar kemampuan hamba-Nya. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan tetap berikhtiar dan tidak berputus asa ketika menghadapi persoalan hidup.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang dibaca ketika seseorang mengalami kesedihan dan kegelisahan. Doa tersebut diriwayatkan dalam Musnad Ahmad Nomor 3712.

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي

Allāhumma innī ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika, nāṣiyatī biyadika, māḍin fiyya ḥukmuka, ‘adlun fiyya qaḍā’uka. As’aluka bikulli ismin huwa laka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fī kitābika, aw ‘allamtahu aḥadan min khalqika, awista’tsarta bihi fī ‘ilmil ghaibi ‘indaka, an taj‘alal-Qur’āna rabī‘a qalbī, wa nūra ṣadrī, wa jalā’a ḥuznī, wa dhahāba hammī.

Artinya, "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Keputusan-Mu pasti berlaku atasku dan ketetapan-Mu adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau miliki… jadikanlah Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan lenyapnya kegelisahanku."

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa yang membaca doa ini ketika ditimpa kesedihan, Allah SWT akan menghilangkan kesusahannya dan menggantinya dengan kegembiraan.

Selain itu, terdapat doa Nabi Yunus AS ketika menghadapi kesulitan yang diabadikan dalam Al-Qur'an.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

Artinya, "Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS Al-Anbiya: 87).

Rasulullah SAW kemudian bersabda dalam Jami' at-Tirmidzi Nomor 3505:

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Da‘watu Dzīn-Nūni idz da‘ā wa huwa fī baṭnil-ḥūt: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn, fa innahu lam yad‘u bihā rajulun muslimun fī syai’in qaṭṭu illastajāballāhu lah.

Artinya, "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berada dalam perut ikan... tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu perkara melainkan Allah akan mengabulkannya."

BACA JUGA:Bahagianya Para Ibu Terima MBG Spesial Ramadan: Berasa Dapat Parsel Lebaran


Gempur Rokok Illegal--

Doa tersebut banyak diamalkan ketika seseorang merasa terhimpit masalah, kehilangan jalan keluar, atau membutuhkan pertolongan Allah SWT dalam keadaan sulit.

Selain doa-doa khusus, Islam juga menganjurkan memperbanyak istigfar sebagai jalan memohon ampunan sekaligus membuka pintu kemudahan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12 bahwa istigfar menjadi sebab turunnya ampunan, rezeki, dan berbagai nikmat dari Allah SWT.

Tawakal bukan berarti menyerah tanpa usaha karena Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang Muslim tetap bekerja, bermusyawarah, memperbaiki hubungan dengan sesama, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.

Tidak ada waktu khusus yang membatasi doa ketika menghadapi masalah berat, tetapi Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak doa pada waktu-waktu mustajab, seperti sepertiga malam terakhir, saat sujud dalam shalat, di antara azan dan iqamah, serta setelah menunaikan shalat fardhu.

Menghadapi masalah berat memang tidak mudah, tetapi Alquran dan sunnah mengajarkan bahwa ketenangan hati berawal dari mengingat Allah SWT.

Dengan mengamalkan doa-doa sahih, memperbanyak istigfar, dan terus berikhtiar, seorang Muslim dapat menjalani setiap ujian dengan harapan bahwa pertolongan Allah SWT selalu lebih dekat daripada yang disangka. 

 

 
 
 

Sumber: