Menurutnya, pemanfaatan teknologi kesehatan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata dan tidak berhenti pada aspek inovasi semata.
“Kami ingin teknologi hadir lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, sistem ini dirancang agar mudah digunakan, mudah diakses, dan dapat menjadi sarana edukasi kesehatan yang praktis. Harapannya, masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan dan deteksi dini jauh lebih baik daripada penanganan ketika penyakit sudah berada pada kondisi yang berat,” jelasnya.
BACA JUGA:Tingkatkan Kompetensi Profesional Guru, LPPM Unugiri Gelar Pelatihan Leadership dan Public Speaking
Berdasarkan hasil pelaksanaan program, sistem deteksi dini gagal ginjal berbasis AI yang dikembangkan tim PKM UNUGIRI menunjukkan kinerja yang baik dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Peningkatan literasi kesehatan tersebut menjadi salah satu capaian penting karena masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi baru, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nur Mahmudah turut menyampaikan apresiasi kepada LPPM UNUGIRI yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurutnya, dukungan institusi sangat penting untuk mendorong lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM UNUGIRI yang telah mendukung kegiatan ini. Melalui dukungan tersebut, dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (top)