Cuaca Ekstrem Terjang Pantai Utara Situbondo, 9 Perahu Nelayan Rusak Tenggelam

Senin 08-06-2026,14:55 WIB
Reporter : Fatur Bari
Editor : Fatkhul Aziz

SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang besar menerjang kawasan Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Situbondo. Akibatnya, sebanyak sembilan perahu milik nelayan di Desa/Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, tenggelam dan karam. 

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, insiden ini juga  merusak alat tangkap ikan milik para nelayan. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp60 juta. 

BACA JUGA:Penumpang Perahu Jatuh ke Sungai saat Menyeberang di Wringinanom Gresik, Satu Motor Tenggelam


Mini Kidi Wipes.--

"Saat kejadian, sembilan perahu sedang bersandar di pinggir pantai. Pemiliknya berada di rumah masing-masing, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka," ujar Prayitno, salah seorang nelayan yang terdampak, Senin 8 Juni 2026.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Angin kencang dan ombak besar datang secara mendadak saat kondisi air laut sedang pasang. Akibatnya, air laut cepat masuk dan menenggelamkan perahu-perahu yang sedang ditambatkan di pesisir pantai.

BACA JUGA:ABK Terakhir Korban Perahu Karam di Perairan Gresik Ditemukan Meninggal Dunia

Menanggapi kejadian tersebut, Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, menyatakan telah menerjunkan personel ke lokasi sejak pukul 06.00 WIB setelah menerima laporan warga. Proses pendataan dan penanganan lapangan dilakukan bersama TNI AL dan BPBD setempat.

“Berdasarkan hasil pendataan, sembilan perahu jenis payangan milik nelayan Desa Jangkar terdampak. Tiga perahu mengalami rusak berat dan enam perahu rusak sedang. Kerugian perahu berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per unit, belum termasuk alat pancing yang ikut tenggelam,” jelas AKP Gede.

BACA JUGA:Korban Tewas Perahu Besi Tua Karam di Gresik Bertambah Jadi 2, 1 ABK Ditemukan Mengapung

Pasca-kejadian, situasi di lokasi dilaporkan telah aman dan kondusif. AKP Gede mengimbau para nelayan di wilayah Pantura untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.


Gempur Rokok Illegal--

“Kami mengingatkan nelayan untuk selalu memantau prakiraan cuaca sebelum melaut, memastikan kondisi perahu prima, dan mengikat tambatan perahu dengan kuat saat diparkir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia juga meminta warga pesisir segera melapor jika menghadapi situasi darurat. Nelayan dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam untuk mendapatkan penanganan cepat.

Kategori :