Gus Ali Bongkar Problem NU: Kompak Saat Ada Musuh
Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali mengkritik pola persatuan di tubuh NU.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali mengkritik pola persatuan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), Rabu 12 Agustus 2026.
Pesan itu disampaikan Gus Ali dalam Dialog Publik "Transformasi Orientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad II" di Surabaya.

Mini kidi--
Ia mengingatkan, NU jangan sampai baru kompak ketika memiliki musuh bersama.
"NU iku iso kuat, rukun, nek digolekno mungsuh," ujarnya.
Menurut Gus Ali, ungkapan tersebut sebenarnya menjadi sindiran serius. Persatuan NU semestinya lahir dari kesadaran dan mahabbah, bukan karena tekanan atau ancaman dari luar.
BACA JUGA:Kiai Asep: Muktamar NU Harus Kembalikan Marwah Pesantren
Ia menilai tantangan NU memasuki abad kedua justru berada di internal organisasi, mulai dari perbedaan kepentingan hingga potensi konflik.
Karena itu, Gus Ali mendorong lahirnya pemimpin yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan. Ia mencontohkan HOS Cokroaminoto sebagai sosok yang mampu berdebat, berbeda pandangan, tetapi tetap menghargai dan menjaga persatuan.

Gempur Rokok Illegal--
"Ulama-ulama dulu itu saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan," tukasnya.
Bagi Gus Ali, NU di abad kedua harus membuktikan bahwa kerukunan tidak membutuhkan musuh. Persatuan harus lahir dari mahabbah, bukan karena mencari lawan. (ain)
Sumber:




