Rumah Retak Tanpa Anak (2): Bintang Memilih Menjalani Hidup Sendiri

Rabu 06-05-2026,18:24 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Udin

Namun kebahagiaan itu ternyata semu. Meski sudah menjalin hubungan dengan Awan, harapan Bulan untuk hamil tetap tak terwujud. Waktu terus berjalan, tapi tak ada perubahan.

Masalah semakin rumit ketika fakta lain terungkap. Awan ternyata bukan pria bebas. Ia sudah beristri dan memiliki anak. “Awan, ini benar?” tanya Bulan dengan suara bergetar.

Awan terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. “Aku nggak pernah bermaksud bohong… aku takut kehilangan kamu.” “Jadi selama ini aku apa? Perempuan simpanan?” suara Bulan meninggi.

BACA JUGA:Sejoli Bondowoso Jual Konten Asusila via Live Streaming Raup Rp 4 Juta


Mini Kidi Wipes.--

“Tidak, Bulan. Kamu lebih dari itu,” jawab Awan mencoba menenangkan. Bulan tertawa pahit. “Lebih dari itu? Tapi nyatanya aku cuma jadi yang kedua!”

Sementara itu, Bintang mulai merasakan perubahan sikap istrinya. Dingin, menjauh, dan sering menghindar. Hingga akhirnya, kebenaran itu terungkap. “Apa benar kamu selingkuh, Bulan?” tanya Bintang tegas.

Bulan terdiam. Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. “Aku… aku cuma ingin bahagia, Mas…” “Bahagia dengan mengkhianati aku?” suara Bintang bergetar menahan emosi.

“Mas nggak pernah ngerti perasaanku!” balas Bulan. Bintang menggeleng pelan. “Aku mungkin bukan suami sempurna. Tapi aku nggak pernah ninggalin kamu. Kenapa kamu justru pergi saat kita lagi diuji?”


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Tak ada jawaban. Yang tersisa hanya keheningan yang menyakitkan. Akhirnya, perpisahan menjadi jalan yang tak terhindarkan. Rumah tangga yang dulu dibangun dengan cinta, runtuh karena luka dan pengkhianatan.

Kini, Bintang memilih menjalani hidup sendiri. Sementara Bulan harus menghadapi kenyataan pahit: cinta terlarang yang ia perjuangkan ternyata tak membawanya ke mana pun. Dalam sunyi, Bulan pernah berbisik pada dirinya sendiri, “Aku kehilangan segalanya… suami, harapan, bahkan harga diriku.”

Kisah ini menjadi pengingat, bahwa luka dalam rumah tangga tak selalu datang dari kekurangan, tapi dari pilihan yang salah dalam menghadapi ujian. (atp/fer/bersambung)

Kategori :