GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebanyak 14 peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 Kementerian Luar Negeri melakukan kunjungan lapangan di Gresik, Kamis 16 April 2026.
Dalam kunjungan itu, peserta mempelajari praktik pengembangan investasi daerah, penguatan industri, serta diplomasi ekonomi berbasis potensi lokal. Mereka mendapat pemaparan dari Bupati Fandi Akhmad Yani terkait perkembangan investasi di Gresik.
BACA JUGA:Perkuat Akurasi Data Desa, Pemkab Gresik Canangkan Program Desa Cantik di Kecamatan Manyar
Mini Kidi Wipes.--
Menurut Yani, posisi strategis Gresik sebagai kawasan industri dan logistik tidak terlepas dari perencanaan tata ruang yang berbasis potensi wilayah. Serta sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri.
Meski tak berstatus sebagai kota besar seperti Surabaya, menurutnya Gresik memiliki sejarah panjang dalam perdagangan. Sejak dulu, katanya, Gresik adalah kota pelabuhan dan perdagangan, yang hari ini berlanjut dalam bentuk kawasan industri dan ekonomi khusus.
BACA JUGA:Marak Penipuan Rekrutmen ASN Berbayar, Bupati Yani Tegaskan Pemkab Gresik Tak Buka CPNS 2026
Menurutnya, Gresik kini menjadi salah satu simpul penting dalam rantai pasok industri di Jawa Timur. Didukung belasan pelabuhan aktif serta keberadaan kawasan industri besar seperti JIIPE, Kawasan Industri Gresik (KIG), dan kawasan industri Maspion.
Yani menjelaskan, keunggulan utama Gresik terletak pada integrasi kawasan industri dengan pelabuhan berskala besar, yang memungkinkan efisiensi logistik. Terutama bagi industri berbasis ekspor-impor.
“Industri besar membutuhkan kepastian dan efisiensi. Di Gresik, kapal besar bisa langsung sandar, bahan baku impor bisa masuk dengan mudah, dan produk bisa langsung diekspor. Ini keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah,” terangnya.
BACA JUGA:Tutup Celah Salah Sasaran, Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Daerah hingga Tingkat Desa
Ia menyoroti peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai instrumen penting dalam menarik investasi global. Melalui kebijakan insentif fiskal, termasuk pengurangan pajak daerah dan fasilitas tax holiday, pemerintah memberikan kepastian bagi investor.
“Daerah memang harus memberikan stimulus, bahkan hingga minimal 50 persen untuk beberapa jenis pajak. Tapi ini adalah strategi jangka panjang untuk menarik investasi besar dan membuka lapangan kerja,” bebernya.
Berdasarkan data, tren investasi Gresik terus memberikan kontribusi signifikan bagi Jawa Timur. Dalam enam tahun terakhir, Gresik menjadi salah satu penyumbang utama realisasi investasi bernilai Rp29,4 triliun atau 18,89 persen dari total investasi Jawa Timur.
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--