Hal itu juga disebut berdampak pada pertumbuhan Ekonomi Gresik menunjukkan tren positif. Meski sempat terkontraksi, ekonomi kembali tumbuh hingga mencapai 4,91 persen pada tahun 2025.
Selain itu, terdapat pula penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 8,21 persen pada tahun 2020 menjadi 5,47 persen pada tahun 2025. Yani menyebut, bahwa keberlanjutan pertumbuhan tersebut sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia.
“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya tenaga kerja, tetapi tenaga kerja terampil. Karena itu, kita dorong pendidikan vokasi, link and match dengan industri, agar SDM Gresik benar-benar siap,” ujarnya.
BACA JUGA:Pemkab Gresik Dampingi Korban Penipuan SK ASN, Uang Disetor hingga Rp 150 Juta
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Khasan Ashari, menjelaskan bahwa 14 peserta merupakan aparatur Kemenlu yang telah berpengalaman.
Ia menyebut, pihaknya Fokus pada diplomasi ekonomi dan langsung potensi investasi, industri, dan pariwisata yang berkembang di daerah.
“Sehingga saat bertugas di luar negeri, mereka bisa mempromosikan Indonesia dengan lebih konkret,” jelasnya.
BACA JUGA:Perkuat Keterampilan Bisnis Peternak, Pemkab Gresik Gelar Pelatihan Wirausaha
Menurutnya, Gresik menjadi contoh menarik dalam pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, serta memiliki potensi besar untuk dipromosikan dalam kerja sama internasional. Baik di bidang investasi, perdagangan, maupun pendidikan vokasi.
“Kami berharap kunjungan ini memberikan banyak insight. Ke depan, potensi Gresik bisa menjadi bagian dari promosi ekonomi Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.(rez)