Singky bahkan tidak segan memberikan kritik tajam terkait solusi konkret untuk memutus rantai eksploitasi komodo mengingat menjadi salah satu hewan dilindungi.
"Kita seharusnya perbaiki bagian atas terlebih dahulu, Kalau kepalanya tidak mengerti dan abai, ya bawahnya ikut. Intinya perbaiki yang atas dulu baru ke bawah," cetusnya.
BACA JUGA:Anggaran Pakan Rp700 Juta Aman, KBS Pastikan Satwa Tetap Sehat
Sebagai solusi jangka panjang, Singky menyoroti keberhasilan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam menangkarkan satwa ini. Ia mengatakan KBS diketahui memiliki 138 ekor Komodo.
"Kalau menterinya mengerti, Komodo di KBS yang melimpah itu harus diambil lagi dan dilepaskan ke habitatnya, Itu hak negara," pungkasnya. (yat)