SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pasca kasus pencurian besi tiang pancang Jembatan Suramadu bentang Madura yang dilakukan tujuh pelaku hingga 21 kali, Pemerintah Pusat sampai saat ini belum mengambil langkah strategis selain memproses hukum para pelaku.
Hilangnya komponen-komponen jembatan tentunya mengurangi kekuatan dari jembatan tersebut. Jembatan yang diprediksi memiliki usia hingga 100 tahun itu jelas mulai menurun kekuatannya. Terlebih seperti yang diketahui, komponen-komponen lain seperti baut juga banyak yang hilang akibat ulah tangan jahil manusia tak bertanggungjawab.
BACA JUGA:Dijaga Ketat, BBPJN Pastikan Jembatan Suramadu Aman dan Bisa Dilalui hingga 100 Tahun
Mini Kidi Wipes.--
Guru Besar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof. Ir. Tavio, S.T., M.T., Ph.D angkat bicara soal fenomena pencurian komponen Jembatan Suramadu. Dia menduga, yang dicuri kompolotan tujuh orang itu adalah pelindung besi tiang pancang.
"Kemungkinan besar, tapi saya juga kurang tahu jelasnya. Karena kalau tulangan di dalam tiang pancang, seharusnya tidak banyak, berat. Membongkar dan mengambilnya tidak mudah," katanya, Senin 6 April 2026.
BACA JUGA:Ketua Komisi D DPRD Jatim Berharap Ada Lembaga Bantu Kelola Jembatan Suramadu
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Fungsi pelindung yang dicuri itu sangat vital. Bukan sekadar elemen tambahan. Besi tersebut merupakan pelindung agar tiang pancang di bagian bawah jembatan, yang masuk dalam zona laut itu tahan terhadap korosi. Jika pelindung itu hilang, otomatis tiang pancang zona laut itu terbuka dan lambat laun cepat rusak akibat korosi dan abrasi.
"Itu fungsinya untuk melindungi beton dan tulangan utama dari korosi akibat air laut (chloride attack), menahan abrasi dan benturan arus, gelombang, atau benda hanyut, menjaga keawetan dan kapasitas struktur fondasi jembatan. Jadi, ini adalah bagian dari sistem durability dan proteksi struktur, bukan sekadar aksesoris," lanjutnya.
BACA JUGA:Dampak Pencurian Besi Pelindung Tiang Pancang, Sopir Truk Keluhkan Jembatan Suramadu Tak Stabil
Untuk jangka pendek, memang tidak membahayakan bagi pengguna jembatan tersebut. Jembatan tidak akan langsung runtuh karena struktur utama, beton dan tulangan inti masih ada. Tapi yang perlu digarisbawahi, posisi pelindung itu berada di zona pasang-surut air laut (tidal zone).
"Lokasi di laut sangat agresif, korosi tinggi. Pelindung hilang maka mempercepat kerusakan internal. Sehingga, secara teknis ini berbahaya secara progresif (deterioration acceleration)," terangnya.
BACA JUGA:Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan 15 Motor dalam Razia Balap Liar di Akses Suramadu
Karena yang dicuri adalah pelindung eksternal, menurutnya indikator kritis justru di tidal zone dan di bawah air laut. Zona ini unik karena besi bergantian terpapar udara dan terendam air laut akibat pasang surut, yang mampu menciptakan korosi lebih cepat. Selain itu, ada spalling atau keropos beton di sekitar tiang.