"Tidak terjadi penurunan diameter efektif tiang (loss of section), tidak ada ekspos tulangan (reinforcement exposure).Monitoring menunjukkan tidak ada settlement atau pergeseran pilar, ini memerlukan inspeksi di tidal zone dan di bawah air (underwater inspection), bukan hanya visual dari atas," paparnya.
BACA JUGA:Panik Lihat Razia, Maling Buang Motor Hasil Curian di Pospam Suramadu Sisi Surabaya
Jika tidak segera ditangani, risiko terburuk adalah tulangan jembatan mengalami korosi yang dapat menurunkan kapasitas daya tarik jembatan, beton retak dan terkelupas, dan kapasitas dukung fondasi mengalami penurunan.
"Dalam jangka panjang dapat terjadi kegagalan lokal pada tiang-tiang pancang yang telah dicuri, redistribusi beban ke tiang-tiang lain apabila masih kuat, dan untuk kasus ekstrem, berpotensi berkembang menjadi progressive failure pada pilar," tegasnya.
BACA JUGA:Edarkan Sabu di Kawasan Jembatan Suramadu, Nelayan Tambak Wedi Diringkus Satresnarkoba Polres Perak
Menurut Tavio, bila pemerintah hendak melakukan perbaikan tidak perlu menutup total jembatan penghubung Surabaya-Madura itu. Namun, jika hasil inspeksi menunjukkan kerusakan signifikan atau kehilangan banyak elemen pelindung, maka perlu pembatasan beban kendaraan berat dan monitoring ketat.
"Penutupan hanya diperlukan jika ada indikasi penurunan kapasitas struktur secara nyata," cetusnya.
Dengan demikian, Tavio memberikan beberapa rekomendasi untuk pemerintah, agar jembatan tersebut memiliki usia panjang. Salah satunya adalah segera melakukan inspeksi menyeluruh di daerah tidal zone dan bawah air, mengaudit jumlah elemen pelindung yang hilang, dan melakukan rehabilitasi terhadap tiang pancang yang tidak memiliki pelindung.
BACA JUGA:Sisir Desa Lajing dan Tengket, Polsek Arosbaya Giat Patroli Dialogis Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Sebagai pertimbangkan sistem proteksi tambahan, Tavio juga menyarankan pemerintah agar melakukan wrapping FRP atau steel jacket, cathodic protection. Pengamanan fisik area bawah jembatan seperti patroli laut, CCTV, sensor juga diperlukan, dan implementasi structural health monitoring (SHM) jangka panjang,"
"Kasus ini bukan sekadar pencurian material, tetapi berpotensi menjadi ancaman terhadap durability struktur jembatan laut jangka panjang, sehingga harus ditangani sebagai isu keselamatan infrastruktur," pungkasnya.