Senegal Pamer Trofi Piala Afrika Meski Gelar Dicabut, Ajukan Banding ke CAS

Minggu 29-03-2026,05:51 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono

MEMORANDUM.DISWAY.ID-Para pemain Senegal tetap memamerkan trofi Piala Afrika di hadapan ribuan pendukung pada Sabtu, meskipun Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah memutuskan mencabut gelar juara dari negara tersebut dan memberikannya kepada Maroko.

Menjelang laga persahabatan melawan Peru di Stade de France, skuad Senegal yang dipimpin kapten Kalidou Koulibaly memasuki lapangan sambil membawa trofi sebagai bagian dari rangkaian seremoni sebelum pertandingan.

Asosiasi Sepak Bola Senegal sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk memperlihatkan trofi Piala Afrika kepada para penggemar sebelum pertandingan yang digelar di Saint-Denis, wilayah pinggiran Paris.

Kota Paris sendiri diketahui memiliki komunitas diaspora Senegal yang cukup besar.

Awal pekan ini di ibu kota Prancis, Presiden Asosiasi Sepak Bola Senegal, Abdoulaye Fall, menyatakan bahwa Senegal menjadi korban dari “perampokan administratif paling tidak adil” dalam sejarah sepak bola.

BACA JUGA:Reuni Akbar Fakultas Hukum Unair Satukan Kenangan dan Bangun Harapan Masa Depan


Mini Kidi Wipes.--

Ia juga menegaskan bahwa negaranya akan mempertahankan kehormatan para pemain dengan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang berbasis di Swiss.

Senegal secara resmi menentang keputusan kontroversial CAF pekan lalu yang mencabut gelar juara mereka, yang diraih dalam final penuh drama pada Januari lalu, lalu memberikannya kepada tuan rumah Maroko.

Tim hukum Senegal menegaskan bahwa mereka masih menganggap Senegal sebagai juara Afrika.

Namun, dewan banding CAF memutuskan bahwa Senegal dinyatakan kalah dalam final tersebut. Kemenangan 1-0 Senegal pada babak perpanjangan waktu diubah menjadi kemenangan otomatis 3-0 untuk Maroko.

Keputusan itu diambil karena para pemain Senegal yang dipimpin pelatih mereka sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes setelah Maroko mendapatkan hadiah penalti.

Aksi tersebut menyebabkan pertandingan terhenti selama sekitar 15 menit.


Gempur Rokok Ilegal -----

Banding Senegal untuk mengembalikan status juara telah resmi didaftarkan ke CAS pada pekan ini. Hingga kini, lembaga tersebut belum menetapkan jadwal sidang untuk proses yang diperkirakan berlangsung panjang.

Pemerintah Senegal turut mendukung langkah hukum tersebut dan bahkan menyerukan penyelidikan internasional terkait dugaan praktik korupsi di tubuh CAF.

Proses banding di CAS umumnya memerlukan waktu beberapa bulan untuk menjadwalkan sidang, lalu dilanjutkan dengan beberapa minggu hingga bulan sebelum putusan diumumkan.

Meski demikian, tim pengacara Senegal akan meminta prosedur dipercepat dan berharap federasi Maroko serta CAF menyetujui langkah tersebut agar kasus dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.


Kategori :