Final Piala Afrika Ricuh, CAF Turun Tangan Selidiki Perilaku Pemain dan Ofisial
Sadio Mane pemain Senegal mengangkat Trofi Piala Afrika.-IG:footballsenegal.-
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memastikan akan melakukan penyelidikan terhadap rekaman pertandingan menyusul insiden kericuhan yang melibatkan pemain dan ofisial dalam final Piala Afrika.
Laga puncak tersebut diwarnai adegan tidak kondusif, termasuk tindakan yang mengarah pada kekerasan.
Pertandingan final antara Senegal dan tuan rumah Maroko yang digelar di Rabat, Minggu, sejatinya berlangsung ketat dan penuh kontak fisik yang masih dalam batas wajar.
Namun, situasi berubah memanas menjelang akhir laga setelah dua keputusan wasit dinilai merugikan Senegal.
Insiden paling krusial terjadi ketika Brahim Díaz, pemain Real Madrid yang membela Maroko, terjatuh di kotak penalti dan menuntut hadiah penalti.
BACA JUGA:PB Garis Keras Rebut Juara 1 Prewar CUP 2026 di Surabaya

Mini Kidi--
Setelah melalui peninjauan VAR, wasit memutuskan memberikan penalti untuk Maroko. Keputusan tersebut memicu kemarahan suporter Senegal di tribun, yang kemudian merembet ke reaksi keras dari para pemain dan jajaran pelatih.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, terlihat memerintahkan anak asuhnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Para pemain bahkan sempat berjalan menuju terowongan sebelum akhirnya dibujuk kembali oleh pemain senior, Sadio Mané.
Pertandingan tertunda sekitar 17 menit, sementara aparat kepolisian turun tangan untuk mengendalikan situasi di tribun penonton.
Drama berlanjut ketika Díaz gagal mengeksekusi penalti tersebut, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Senegal akhirnya keluar sebagai juara setelah Pape Gueye mencetak gol penentu bagi Singa Teranga. Meski demikian, kemenangan itu dinilai tercoreng oleh insiden yang terjadi sebelumnya.
CAF dalam pernyataan resminya menegaskan kecaman keras terhadap perilaku tidak pantas yang terjadi dalam final Piala Afrika TotalEnergies CAF Maroko 2025.
CAF menilai tindakan sejumlah pemain dan ofisial tidak dapat diterima, terutama yang mengarah pada tekanan terhadap perangkat pertandingan dan penyelenggara.
CAF juga menyatakan tengah menelaah seluruh rekaman pertandingan dan akan menyerahkan kasus tersebut kepada otoritas terkait untuk menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah.
Kericuhan tidak berhenti di lapangan. Seusai pertandingan, situasi kembali memanas saat konferensi pers tim Senegal berlangsung kacau akibat perdebatan antarjurnalis.
Kondisi tersebut memaksa pihak penyelenggara membatalkan konferensi pers secara sepihak.
Sumber:
