“Kamu bilang setelah Lebaran semuanya akan jelas.”
Kalimat itu seperti menutup semua kemungkinan baik.
Bulan menutup telepon tanpa sepatah kata.
Ketika Bintang keluar dari kamar mandi dan melihat wajah istrinya, ia langsung tahu kali ini tidak ada lagi yang bisa disembunyikan.
“Siapa Alya?” tanya Bulan pelan.
Bintang tidak menjawab.
Sunyi itu lebih jujur daripada seribu alasan.
“Aku cuma ingin satu hal,” lanjut Bulan, suaranya tenang tapi dingin. “Kebenaran.”
Bintang duduk pelan di kursi, seolah kehilangan tenaga.
“Dia… seseorang yang aku kenal beberapa bulan ini.”
“Lebih dari sekadar kenal?”
Bintang menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Iya.”
Tidak ada tangisan saat itu.
Bulan hanya mengangguk kecil, seperti seseorang yang akhirnya menemukan potongan terakhir dari teka-teki yang selama ini ia susun sendirian.
“Jadi selama ini, aku bukan satu-satunya,” katanya.
“Aku tidak berniat”